Tasikmalaya sandiwartanews.com – Semangat pemuda kembali menyala di Kampung Bedak Paeh Kaler, Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, Himpunan Pemuda Pemudi Karang Taruna Bedak Paeh RW 05 berkolaborasi dengan Forum Tasikmalaya Bersatu (FORTABES) menggelar rangkaian kegiatan sosial dan olahraga yang penuh makna, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan bertajuk “Pemuda Bergerak, Tasik Bangkit” ini menghadirkan gerak jalan santai, santunan anak yatim, serta bantuan untuk panti jompo, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Sejak pagi, suasana kampung dipenuhi keceriaan dan semangat gotong royong warga yang berjalan bersama mengelilingi kawasan Bedak Paeh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Alayubi, Sekmat Leuwisari, Kepala Desa Arjasari, unsur Muspika, Koramil, Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wabup Asep mengapresiasi inisiatif pemuda yang mampu menggagas kegiatan positif dengan swadaya masyarakat.

“Ini bukti nyata bahwa pemuda Tasikmalaya kreatif dan punya energi positif. Acara ini digerakkan oleh warga, untuk warga, demi mempererat kebersamaan,” ujar Wabup.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan daerah.

“Kabupaten Tasikmalaya sedang berjuang menjadi yang paling bersih dan sehat di Jawa Barat. Mari biasakan memilah sampah, menjaga lingkungan, dan menanamkan kebiasaan positif mulai dari diri sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Fortabes Riyan Nurfalah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai kepemudaan sepanjang masa.

“Sumpah Pemuda bukan hanya diperingati, tapi harus dihidupi. Jiwa pemuda itu harus terus menyala dalam setiap aksi sosial dan gotong royong,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Arjasari, Luki Yoga Dijayamambang, yang menilai semangat pemuda Bedak Paeh patut dicontoh.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa pemuda bukan sekadar penonton sejarah, tapi pelaku perubahan. Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai dorongan untuk membangun desa yang lebih maju dan peduli,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama seluruh peserta, meninggalkan kesan mendalam tentang makna persatuan dan kebersamaan.

Kegiatan sederhana namun penuh nilai ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemuda dan masyarakat mampu menghadirkan harmoni sosial, sekaligus meneguhkan pesan abadi Sumpah Pemuda: Bersatu, Bergerak, dan Bermanfaat untuk Negeri.