Sandiwartanews.com Depok  – Kabar gembira datang bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan hadir dalam kegiatan “Neuleuman Simpena Peuting Canda dan Dakwah” yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Ranggajaya, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, pada 12 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Kepastian tersebut menjadi perhatian publik karena acara ini di Agendakan sebagai ruang silaturahmi Ramadan yang memadukan hiburan, seni tradisi, dan pesan keagamaan.

Kepastian kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu disampaikan langsung kepada Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat keduanya bertemu di Depok, Jumat (27/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan Rapat Koordinasi Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat yang digelar di Kantor Wali Kota Depok.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan cair Tidak hanya membahas agenda pemerintahan, pertemuan itu juga diwarnai obrolan santai dan penuh keakraban, terlebih saat momen buka puasa bersama. Dalam suasana Ramadan yang sarat makna, komunikasi antarpemimpin daerah terlihat terbangun secara informal namun produktif.
Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan secara terbuka rencananya untuk hadir dan berbaur

Ia bahkan menyebut akan datang bersama sejumlah tokoh pengisi acara yang dikenal luas oleh masyarakat

“Warga Kuningan, nanti hadir di acara Neuleuman Simpena Peuting. Saya akan hadir bersama Kang Ohang, Kang Oni, dan Ceu Popon. Sehat semua bareng Pak Bupati,” ujar Dedi (27/2/2026).

Bagi masyarakat, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Kehadiran kepala daerah tingkat provinsi dalam acara keagamaan dan kebudayaan di daerah dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian seni tradisi sekaligus penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Gubernur Jawa Barat bersama para pengisi acara akan menjadi magnet tersendiri yang mampu menarik antusiasme warga dari berbagai kalangan.

“Konsep kegiatan yang memadukan humor, seni tradisi, canda, dan dakwah di Bulan Ramadan akan menjadi ruang silaturahmi yang penuh makna bagi masyarakat Kuningan,” ujarnya.

Ia menilai, pendekatan dakwah yang dikemas secara humanis dan dekat dengan keseharian masyarakat akan lebih mudah diterima, tanpa mengurangi substansi pesan keagamaannya Di sisi lain, unsur hiburan dan seni tradisi menjadi sarana menjaga kearifan lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Acara Neuleuman Simpena Peuting sendiri dikenal sebagai kegiatan yang menekankan nilai kebersamaan Melalui paduan canda, seni, dan dakwah, acara ini diharapkan mampu menghadirkan suasana Ramadan yang sejuk, inklusif, dan menyenangkan. Lapangan Ranggajaya dipilih sebagai lokasi agar masyarakat dapat hadir secara terbuka dan merasakan kebersamaan tanpa sekat.

Pertemuan di Depok itu pun tidak hanya dimaknai sebagai forum formal rapat koordinasi Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang mempererat komunikasi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan Sinergi semacam ini dinilai penting untuk memastikan setiap agenda daerah berjalan sejalan dengan arah pembangunan provinsi.

Dari sisi pemerintahan, komunikasi informal yang terbangun di luar forum resmi sering kali menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih efektif Dalam konteks ini, kehadiran Gubernur di Kuningan tidak hanya membawa pesan simbolik, tetapi juga mempertegas komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, serta mendukung kegiatan yang memberi dampak sosial positif.

Meski demikian, penyelenggaraan acara tetap diharapkan memperhatikan ketertiban dan kenyamanan publik. Pemerintah daerah bersama panitia diharapkan melakukan persiapan matang, termasuk pengaturan lalu lintas, keamanan, serta fasilitas pendukung lainnya agar kegiatan berjalan lancar dan aman.

Bagi masyarakat Kuningan, Neuleuman Simpena Peuting bukan sekadar agenda hiburan Ramadan Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara pemimpin dan warga, antara tradisi dan nilai religius, serta antara canda dan pesan moral Kehadiran Gubernur Jawa Barat diharapkan semakin menguatkan makna tersebut.

Dengan kepastian kehadiran Dedi Mulyadi, acara yang akan digelar pada 12 Maret 2026 itu diprediksi menjadi salah satu momentum penting Ramadan di Kabupaten Kuningan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan menebarkan pesan damai, kebersamaan, dan optimisme bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Ramadan sebagai bulan refleksi dan persatuan.