Sandiwartanews.com – Ketapang — Pemerintah Kabupaten Ketapang menargetkan Rumah Sakit (RS) Pratama Sandai mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang merata hingga ke tingkat kecamatan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan bahwa pembangunan RS Pratama Sandai telah memasuki tahap krusial. Secara fisik, bangunan utama rumah sakit dinyatakan rampung. Fokus pemerintah daerah pada tahun 2026 ini diarahkan pada penyempurnaan fasilitas pendukung, terutama pembangunan ruang radiologi yang menjadi salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan rujukan dasar.
Menurut Bupati, keberadaan ruang radiologi sangat strategis untuk menunjang proses diagnosis yang akurat dan cepat. Fasilitas tersebut akan melengkapi layanan medis dasar yang sudah dirancang sejak awal pembangunan rumah sakit. Dengan demikian, RS Pratama Sandai diharapkan mampu memberikan layanan yang komprehensif sesuai standar rumah sakit pratama.
“Pembangunan fisik utama sudah selesai. Tahun ini kami menuntaskan ruang radiologi sebagai bagian dari kelengkapan fasilitas pelayanan. Ini penting agar rumah sakit bisa langsung berfungsi optimal saat mulai beroperasi,” ujar Alexander Wilyo, Sabtu (28/2/2026).
Selain aspek fisik, Pemkab Ketapang juga tengah mempercepat proses perizinan operasional rumah sakit. Perizinan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah teknis, antara lain Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup. Seluruh tahapan perizinan ditargetkan tuntas pada awal tahun ini, sehingga tidak menjadi hambatan saat rumah sakit siap diresmikan.
Proses perizinan, lanjut Bupati, dijalankan secara hati-hati namun tetap progresif. Pemerintah daerah memastikan seluruh persyaratan administratif, lingkungan, dan standar pelayanan kesehatan terpenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa RS Pratama Sandai beroperasi secara legal, aman, dan berkelanjutan.
Sambil menunggu rampungnya perizinan dan penyempurnaan fasilitas, Pemkab Ketapang juga terus melengkapi sarana dan prasarana medis. Pengadaan alat kesehatan menjadi salah satu prioritas utama, menyesuaikan dengan jenis layanan yang akan diberikan rumah sakit tersebut. Alat-alat medis yang disiapkan diharapkan mampu mendukung pelayanan rawat jalan, rawat inap dasar, hingga penanganan kegawatdaruratan.
Di sisi sumber daya manusia, pemerintah daerah melakukan pemenuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Dokter umum, perawat, bidan, serta tenaga penunjang lainnya disiapkan secara bertahap. Perekrutan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan layanan dan standar kompetensi, sehingga kualitas pelayanan sejak awal operasional dapat terjaga.
“Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi juga memastikan tenaga medisnya siap. Rumah sakit harus didukung oleh SDM yang kompeten agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar maksimal,” tegas Alexander Wilyo.
Ke depan, RS Pratama Sandai diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan bagi puskesmas di Kecamatan Sandai dan wilayah sekitarnya. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Hulu Sungai, Sungai Laur, Simpang Dua, Tayap, dan Simpang Hulu. Dengan cakupan layanan ini, masyarakat di kawasan tersebut tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kabupaten untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat lanjutan.
Selama ini, jarak dan keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di kecamatan-kecamatan tersebut, terutama dalam kondisi darurat medis. Kehadiran RS Pratama Sandai diharapkan mampu memangkas waktu tempuh rujukan, mengurangi beban rumah sakit di pusat kabupaten, serta meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Pemerintah daerah menilai, pembangunan RS Pratama Sandai merupakan bagian dari strategi jangka panjang penguatan sistem kesehatan daerah. Rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan, tetapi juga sebagai simpul penggerak peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam konteks pembangunan daerah, sektor kesehatan dipandang sebagai fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat dinilai lebih produktif dan memiliki daya saing lebih baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Ketapang.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pembangunan RS Pratama Sandai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat di wilayah kecamatan dan pedesaan memiliki akses layanan publik yang setara dengan masyarakat di pusat kabupaten.
“Ini adalah wujud komitmen kami membangun Kabupaten Ketapang secara berkeadilan. Layanan kesehatan tidak boleh terpusat di kota saja, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia juga berharap, dengan beroperasinya RS Pratama Sandai, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Ketapang dapat meningkat secara signifikan. Akses yang lebih dekat dan pelayanan yang lebih cepat diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.
“Dengan beroperasinya RS Pratama Sandai, kami berharap akses pelayanan kesehatan masyarakat semakin dekat, cepat, dan berkualitas. Ini penting untuk mendukung terwujudnya masyarakat Ketapang yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkas Alexander Wilyo.
Pemkab Ketapang memastikan akan terus memantau progres pembangunan, perizinan, serta kesiapan SDM dan fasilitas hingga rumah sakit tersebut benar-benar siap melayani masyarakat. Target pertengahan tahun 2026 pun diharapkan dapat tercapai sesuai rencana, tanpa mengabaikan kualitas dan standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.






