Pandeglang – sandiwartanews.com – Semangat gotong royong di pedalaman Kabupaten Pandeglang kembali menyala. Di bawah terik matahari, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0601/Pandeglang terus bekerja tanpa kenal lelah, bahu-membahu bersama warga menata batu demi batu untuk memperkeras badan jalan desa.
Memasuki hari ke-17 pelaksanaan TMMD, progres pembangunan infrastruktur jalan telah menembus sekitar 72 persen. Pemandangan di lapangan bukan sekadar kerja fisik, tetapi simbol nyata kemanunggalan TNI dan rakyat — sebuah energi kolektif yang menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang mulai langka di zaman ini.
Di tengah suara sekop, denting batu, dan tawa anak-anak desa yang menyaksikan, para prajurit TNI menunaikan tugas mulia dengan tekad bulat. Cuaca tak menentu dan medan berat tak menyurutkan langkah mereka.
Dandim 0601/Pandeglang sekaligus Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jalan menuju kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
“Pengerasan jalan ini sangat penting untuk memperlancar akses antar dusun dan membantu warga dalam mengangkut hasil pertanian. Kami maksimalkan tenaga dan waktu agar target rampung sesuai rencana,” ujar Letkol Afri Swandi Ritonga, Sabtu (25/10/2025).
Menurutnya, akses jalan yang baik akan menjadi urat nadi perekonomian warga desa. Dengan terbukanya jalur transportasi, mobilitas masyarakat akan meningkat, biaya distribusi menurun, dan hasil pertanian dapat terangkut lebih cepat.
Tak hanya fisik yang dibangun, tetapi juga jiwa kebersamaan dan semangat nasionalisme.
Setiap hari, warga datang bergantian membantu prajurit: mengangkat batu, mengayun cangkul, hingga menata parit. Mereka menepis lelah dengan senyum dan tawa, bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan — tetapi kenyataan yang hidup di lapangan.
“Kalau jalan ini selesai, kami tidak perlu lagi susah membawa hasil panen. Terima kasih untuk bapak-bapak TNI yang sudah bantu kami,” ungkap Udin (45), warga yang turut bekerja di lokasi TMMD.
Program TMMD ke-126 kali ini menjadi bukti konkret peran TNI dalam mempercepat pembangunan daerah terpencil. Di balik deru alat dan lumpur yang menempel di sepatu, tersimpan dedikasi tulus untuk mengangkat harkat hidup masyarakat desa.
Dengan kerja keras dan sinergi yang terus terjaga, Satgas TMMD optimistis seluruh sasaran fisik — termasuk jalan, drainase, dan sarana pendukung lainnya — dapat tuntas tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
semangat pantang menyerah Satgas TMMD Kodim 0601/Pandeglang terus menyala — menegaskan pesan bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat, bukan hanya menjaga, tapi juga membangun.





