@sandiwartanews.com♬ suara asli – sandiwartanews.com
Sandiwartanews.com – Situasi memanas akibat aksi massa di Bandung, Jawa Barat, perlahan mereda setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung menenangkan warga pada dini hari, Sabtu (30/8/2025). Tepat pukul 01.40 WIB, Dedi terlihat meninggalkan lokasi setelah berinteraksi dengan ratusan massa yang sebelumnya sempat bertahan hingga larut malam.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi sempat memberikan bantuan ongkos kepada sebagian massa sebelum berpamitan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar bentuk tanggung jawab jabatan, melainkan juga wujud hubungan baik yang selama ini terjalin dengan masyarakat, termasuk komunitas ojek online (ojol).
“Seluruh peristiwanya kan di Jakarta, saya mohon maaf. Tapi bisa lihat sendiri, saya juga sudah ikut membantu meskipun bukan kewajiban saya sebagai gubernur. Selama ini saya punya hubungan baik dengan teman-teman ojol dan masyarakat lain, dan saya juga harus menjaga kota Bandung,” ujar Dedi di hadapan massa.
Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari kerusakan yang justru akan merugikan masyarakat itu sendiri.
“Mental-mental orang yang buruk harus diperbaiki. Peringatan dari rakyat harus didengar. Kita semua harus menyadari bahwa ada rakyat yang harus dipentingkan. Malam ini saya minta kota Bandung dijaga baik-baik, jangan ada kerusuhan atau kerusakan. Karena pada akhirnya, yang menanggung beban tetap rakyat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut sorakan dari massa yang menilai aspirasi mereka jarang mendapat perhatian wakil rakyat.
“Cuma Bapak aja yang mau dengar, tapi DPR tidak, Pak!” teriak seorang warga.
Menanggapi hal itu, Dedi berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak legislatif agar suara masyarakat benar-benar didengar.
“Iya, nanti kita sampaikan biar mereka mendengar,” jawabnya menenangkan.
Situasi malam itu pun berangsur kondusif, dengan massa membubarkan diri secara tertib. Aksi kehadiran Gubernur Jabar tersebut dinilai menjadi salah satu langkah meredam potensi kerusuhan dan menjaga keamanan di Kota Bandung.