Sandiwartanews.com – Serang — Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah kembali ditegaskan melalui langkah konkret di lapangan. Polda Banten melalui Direktorat Samapta (Ditsamapta) melaksanakan kegiatan penanaman jagung kuartal II di Kampung Ciakar, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Selasa (14/04/2026). Program ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat tani.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Banten Hendra Wirawan, jajaran Pejabat Utama Polda Banten, unsur Muspika Kecamatan Cikeusal, serta Kelompok Tani Sukatani I dan Sukatani II sebagai pelaksana teknis di lapangan. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang menjadi kunci dalam pembangunan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Hendra Wirawan menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung kali ini dilaksanakan di atas lahan seluas 1 hektare dari total potensi lahan 2 hektare yang tersedia. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan kelompok tani menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program.
“Penanaman dilakukan di lahan 1 hektare dengan melibatkan Kelompok Tani Sukatani I dan II sebagai pelaksana utama. Ini menunjukkan bahwa program ini berbasis pada kekuatan masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan penanaman, Polda Banten juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian sebagai bentuk dukungan nyata terhadap petani. Bantuan tersebut meliputi pupuk kandang sebanyak 50 karung, pupuk urea 3 karung, insektisida 3 botol, serta herbisida atau anti gulma sebanyak 1 botol. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan bagi petani.
Menurut Hendra Wirawan, pemberian bantuan tersebut bukan hanya bersifat simbolis, melainkan bagian dari intervensi yang dirancang untuk memperkuat hasil pertanian secara konkret. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara tepat guna agar hasil panen dapat optimal, khususnya untuk komoditas jagung yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dicapai secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, hingga masyarakat tani itu sendiri. “Kolaborasi yang telah terjalin harus terus dijaga dan ditingkatkan. Ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga tentang menciptakan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting mengingat tantangan sektor pertanian saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga pupuk, hingga keterbatasan akses teknologi bagi petani. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, keterlibatan aparat kepolisian dalam program ketahanan pangan juga menunjukkan pergeseran paradigma peran institusi keamanan yang tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional dari berbagai sektor, termasuk pangan.
Kelompok Tani Sukatani I dan II yang menjadi mitra dalam kegiatan ini menyambut baik dukungan yang diberikan. Bagi mereka, bantuan sarana produksi dan pendampingan yang dilakukan menjadi dorongan penting untuk meningkatkan semangat bertani, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Keberadaan program seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani.
Selain itu, pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal menjadi salah satu fokus dalam kegiatan ini. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan dukungan sarana produksi yang memadai, lahan yang ada diharapkan mampu memberikan hasil yang maksimal. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas tanpa harus membuka lahan baru, yang seringkali berimplikasi pada kerusakan lingkungan.
Di akhir sambutannya, Wakapolda Banten berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi pertanian yang ada. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam membangun sektor pertanian yang maju dan produktif. “Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi lahan yang ada serta memperkuat kebersamaan dalam membangun pertanian yang lebih baik,” tutupnya.
Secara keseluruhan, kegiatan penanaman jagung kuartal II ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional dari daerah. Dengan sinergi yang kuat dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi masyarakat secara luas.
Langkah seperti ini menjadi penting untuk terus dikawal, agar tidak berhenti pada tahap seremoni semata, melainkan benar-benar memberikan hasil yang terukur dan berkelanjutan. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan kerja bersama yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh elemen bangsa.






