Sandiwartanews.com Sumenep  – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026) . Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total Jalan Raya Gapura, tepatnya di sekitar area Pemakaman Bejeng, Desa Parsanga.

Kejadian ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan memicu kemacetan panjang di salah satu jalur utama kota.
Peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat intensitas hujan meningkat dan hembusan angin bertiup kencang. Pohon yang berada di sisi jalan roboh dan melintang hampir menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas. Kondisi ini membuat pengendara terpaksa berhenti dan menunggu proses evakuasi.

Meski menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Tidak ada kendaraan maupun warga yang tertimpa pohon tumbang. Keberuntungan berpihak pada pengendara karena saat pohon roboh tidak ada orang yang berada tepat di bawahnya.

Salah seorang warga setempat, Ali, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan tanpa tanda-tanda sebelumnya. Menurutnya, angin kencang disertai hujan deras membuat situasi di sekitar lokasi menjadi mencekam.

“Anginnya kencang sekali, tiba-tiba terdengar suara keras seperti patahan, lalu pohon langsung roboh ke jalan. Semua orang kaget. Untung saat itu tidak ada pengendara yang melintas tepat di bawah pohon,” ujar Ali kepada awak media.

Pantauan di lokasi menunjukkan batang pohon berdiameter besar tersebut menutup hampir seluruh akses jalan. Dahan dan ranting berserakan di berbagai sisi, membuat jalur kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa dilalui. Antrean kendaraan pun mengular cukup panjang dari kedua arah, terutama pada jam-jam padat aktivitas sore hari.

Namun demikian, respons cepat ditunjukkan oleh warga sekitar dan para pengguna jalan. Tanpa menunggu lama, mereka bergotong royong menyingkirkan ranting-ranting kecil dan potongan dahan menggunakan alat seadanya. Upaya tersebut dilakukan agar sebagian jalur bisa dibuka sementara, sehingga kemacetan tidak semakin parah.

Beberapa pengendara tampak membantu mengatur lalu lintas secara spontan, mengimbau kendaraan untuk berhenti dan bergantian melintas setelah sebagian jalur terbuka. Langkah tersebut dinilai cukup efektif dalam mengurangi kepadatan kendaraan sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

Tak berselang lama, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep tiba di lokasi kejadian. Dengan membawa peralatan pemotong kayu, petugas langsung melakukan evakuasi pohon tumbang. Proses pemotongan batang pohon dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan petugas dan pengguna jalan.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Fokus utama kami adalah membuka akses jalan dan memastikan kondisi sekitar aman,” ujar salah seorang petugas DLH Kabupaten Sumenep di sela-sela proses evakuasi.

Selain memotong batang pohon yang melintang di jalan, petugas DLH juga melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon lain di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung.

Setelah melalui proses evakuasi yang berlangsung cukup singkat, batang pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan. Arus lalu lintas di Jalan Raya Gapura pun kembali normal. Kendaraan dari kedua arah dapat melintas dengan lancar, meskipun petugas tetap bersiaga di lokasi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep memastikan kesiapan seluruh tim dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. BPBD menegaskan bahwa personel siaga selama 24 jam untuk merespons berbagai kejadian darurat, seperti pohon tumbang, banjir, maupun bencana lainnya.

“Tim kami selalu siaga 24 jam. Begitu ada laporan, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Respons cepat warga dan petugas di lapangan sangat membantu sehingga dampak kejadian bisa diminimalkan,” ujar petugas BPBD Kabupaten Sumenep.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan deras dan angin kencang terjadi. Warga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat diharapkan berperan aktif dengan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan pohon tua, rapuh, atau berpotensi tumbang, baik di sekitar permukiman maupun di sepanjang jalur lalu lintas. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan sebelum terjadi kejadian yang lebih serius.

Kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Gapura ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam penanganan cepat serta pengurangan risiko bencana.

Dengan kesiapsiagaan bersama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, diharapkan dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Sumenep dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.