Tangerang Selatan — Sandiwartanews.com – Setelah sebelumnya mempertanyakan prosedur operasional (SOP) JNE terkait kendala komunikasi dengan kurir, pelanggan berinisial M kembali mendapat panggilan klarifikasi. Kali ini, penjelasan datang dari Customer Service JNE Cabang Bogor, Klarifikasi tersebut berlangsung pada Senin sore, (24/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah M mengambil paketnya langsung di gudang JNE.
CS JNE Cabang Bogor Hubungi Pelanggan
Dalam percakapan telepon, petugas atas nama Deni, menyampaikan bahwa ia ingin mengonfirmasi status paket yang dikirim dari Bogor.
Menurut rekaman percakapan yang diterima redaksi, Deni memperkenalkan diri dan menanyakan apakah paket berisi buku kiriman dari Gus Arief sudah diterima oleh M.
“Saya dengan Deni, dari Customer Service dari Cabang Bogor. Mau konfirmasi kiriman kakak dengan nomor resi tersebut. Paketnya sudah diterima atau belum?” ujar Deni.
M membenarkan bahwa ia sudah menerima paket tersebut, namun menjelaskan bahwa ia mengambilnya sendiri ke gudang JNE karena merasa status pengantaran sebelumnya janggal.
Pelanggan Pertanyakan Status Pengantaran dan Komunikasi Kurir
Kepada CS, M kembali menjelaskan kegelisahannya mengenai status pada 23 November pukul 21.28 WIB yang menyatakan “Tidak Ada Orang di Rumah/Kantor Penerima”, meski tidak ada panggilan maupun pesan dari kurir.
“Saya nyamper karena bingung. Status tanggal 23 itu dibilang tidak ada orang di rumah, padahal tidak ada konfirmasi apa pun dari kurir,” ujar M.
M juga mempersoalkan insiden ketika nomor WhatsApp kurir diduga tidak lagi bisa dihubungi.
“Kurir telepon pukul 13-an. Dua menit kemudian saya telepon balik, tapi seolah-olah nomor saya diblok. Pakai nomor lain baru diangkat. Saya tanya, apa memang SOP JNE begitu?” jelas M.
Selain itu, ia mempertanyakan mengapa permintaannya untuk mendapatkan nomor kurir tidak dapat dipenuhi oleh bagian layanan pelanggan.
Keluhan Disampaikan M Terkait Koordinasi Antar-Cabang
M menjelaskan bahwa ia sebelumnya sempat menghubungi JNE Ciater, namun diarahkan untuk menghubungi CS Tangerang. Hal ini membuatnya merasa proses penanganan keluhan berputar-putar.
“Saya cuma minta nomor kurir. Tapi disuruh hubungi CS Tangerang. Kenapa tidak langsung bantu koordinasi? kurir di ekspedisi lain biasanya bisa dihubungi supaya tidak miskomunikasi,” kata M.
CS JNE Bogor Sampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi keluhan tersebut, Deni menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
“Kami mohon maaf atas kendala yang terjadi. Informasi kakak akan kami sampaikan ke tim terkait agar pelayanan ke depannya lebih baik,” ujar Deni.
Deni memastikan bahwa paket tersebut telah diterima M dalam kondisi baik dan meminta izin untuk menutup laporan.
“Kalau begitu, kami tutup laporannya ya kak. Terima kasih atas waktunya dan informasinya,” tutup Deni.
M berharap kejadian serupa tidak dialami pelanggan lain dan meminta agar JNE melakukan evaluasi mendalam terhadap standar pelayanan, terutama pada aspek komunikasi kurir dan kejelasan status pengantaran.
Menutup percakapan, CS JNE Bogor menegaskan bahwa laporan telah diterima dan akan diteruskan kepada tim terkait untuk perbaikan layanan.




