@sandiwartanews.com♬ suara asli – sandiwartanews.com


Sandiwartanews.com  – Jakarta – Seorang aktivis muda, Akang Anom, melalui unggahan di akun TikTok pribadinya memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada Senin, 25 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa tujuan utama aksi tersebut adalah mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor, bukan agenda politik lain seperti isu pembubaran DPR yang sempat beredar di masyarakat.

Menurut Akang Anom, isu mengenai aksi besar di Senayan mulai mencuat sejak 20 Agustus. Namun saat itu belum ada informasi resmi mengenai siapa koordinator lapangan (korlap) ataupun pihak yang bertanggung jawab atas rencana aksi tersebut. “Tanggal 20 Agustus kami cari info siapa korlapnya, ternyata tidak ada. Baru tanggal 21 sampai 24 Agustus muncul informasi dari berbagai kampus yang sudah melayangkan surat pemberitahuan ke DPR RI bahwa 25 Agustus akan ada aksi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak pihak yang mencoba menggiring narasi bahwa demonstrasi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu. “Tuntutan kami tidak pernah soal bubarkan DPR atau hal-hal lain. Itu murni isu yang dihembuskan pihak yang punya kepentingan politik. Sayangnya, ada adik-adik STM yang tidak tahu duduk persoalan sebenarnya justru ikut terbawa arus,” ujarnya.

Akang Anom mengaku turut hadir dalam aksi tersebut setelah menyelesaikan kegiatan ceramah di daerah Cibuah, Rangkasbitung, sebelum berangkat ke Jakarta siang harinya. Namun, setibanya di lokasi, situasi sudah ricuh. “Saat saya sampai di depan DPR, suasana sudah chaos. Padahal tuntutan kami sederhana, hanya meminta DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor,” jelasnya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tuntutan dari kelompok mahasiswa lain yang juga hadir. “Masing-masing punya pandangan, tapi pada intinya tujuan utama kami adalah memperjuangkan regulasi yang berpihak pada rakyat, bukan agenda politik praktis,” tegasnya.

Aksi 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR RI mendapat perhatian luas publik karena diwarnai bentrokan antara massa dengan aparat keamanan. Namun, pernyataan Akang Anom ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bahwa tuntutan mahasiswa tetap berakar pada isu pemberantasan korupsi, bukan sekadar kepentingan politik sesaat.