Sandiwartanews,com – Kuningan , 12 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar forum Silaturahmi Ulama dan Umaro dalam rangka Dialog Pembangunan Daerah yang berlangsung di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan tersebut mempertemukan ratusan ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah dalam satu ruang komunikasi yang terbuka.
Forum ini digelar sebagai upaya memperkuat hubungan antara pemimpin pemerintahan dengan para tokoh agama, sekaligus menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai aspek pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd, yang juga bertindak sebagai ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan para ulama.
Menurutnya, peran ulama tidak dapat dipisahkan dari dinamika pembangunan daerah karena mereka memiliki pengaruh kuat dalam membentuk karakter dan pola pikir masyarakat.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana komunikasi antara ulama dan pemerintah daerah. Dengan adanya dialog seperti ini, berbagai gagasan, masukan, dan aspirasi dari para tokoh agama dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan pembangunan di Kabupaten Kuningan,” ujar Emup dalam sambutannya (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 293 ulama yang berasal dari berbagai pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuningan.
Partisipasi ratusan tokoh agama dalam forum tersebut menunjukkan besarnya perhatian para ulama terhadap proses pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, maupun gedung.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan.
“Kita tidak hanya membangun sesuatu yang terlihat secara fisik seperti jalan, jembatan, atau gedung. Pembangunan harus berjalan secara simultan antara pembangunan fisik dan pembangunan non-fisik, terutama dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Bupati.
Ia menilai bahwa keberadaan ulama memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sosial serta memperkuat fondasi moral masyarakat di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Dalam konteks kehidupan modern, lanjutnya, masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk derasnya arus informasi yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Karena itu, ulama memiliki peran penting sebagai penyejuk sekaligus penuntun masyarakat dalam memahami berbagai persoalan sosial secara bijak.
“Peran alim ulama sangat terasa dalam menjaga kondusivitas daerah. Ulama itu ibarat oase di tengah padang pasir yang memberikan kesejukan bagi masyarakat,” kata Dian Rachmat Yanuar.
Menurutnya, keberadaan ulama tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai penyeimbang dalam kehidupan sosial masyarakat.
Para ulama dinilai mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dengan realitas kehidupan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Bupati juga menyampaikan pesan khusus menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Ia berharap para ulama dapat mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Menurutnya, semangat berbagi menjelang hari raya merupakan bagian penting dari ajaran agama yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
“Saya tidak ingin pada hari lebaran nanti masih ada warga di Kabupaten Kuningan yang mengalami kesulitan atau tidak memiliki beras. Karena itu saya berharap para ulama dapat mengingatkan masyarakat yang mampu agar menunaikan zakat dan sedekahnya,” tuturnya.
Bupati juga berharap pesan-pesan tentang persaudaraan, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga persatuan dapat disampaikan dalam khutbah maupun ceramah keagamaan menjelang Idulfitri.
Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat serta menjaga suasana yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat.
“Sinergi antara ulama dan umara merupakan kekuatan penting dalam membangun daerah. Jika keduanya berjalan seiring, maka pembangunan yang kita lakukan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga menciptakan masyarakat yang religius, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.
Dialog pembangunan daerah tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyerap berbagai aspirasi dari para ulama mengenai kondisi sosial masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
Masukan dari para tokoh agama dinilai penting sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus perencanaan pembangunan yang lebih inklusif dan berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian dialog yang digelar oleh pemerintah daerah.
Forum tersebut juga menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan para tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi kepada seluruh ulama dan tokoh agama yang selama ini turut berperan dalam menjaga keharmonisan dan kondusivitas wilayah.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin baik antara ulama dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat demi mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan yang lebih maju dan berkeadilan.
“Dengan sinergi antara ulama dan umara, insyaallah Kabupaten Kuningan akan terus berkembang menjadi daerah yang religius, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Melalui forum silaturahmi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap terbangun komunikasi yang berkelanjutan dengan para tokoh agama, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan sosial demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.






