Sandiwartanews.com Kuningan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan sejak dini hari kembali memicu Peristiwa. Sebuah tanah longsor di laporkan terjadi di Blok Kardi, Dusun 1 RT 002 RW 001, Desa Singkup, Kecamatan Japara, pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 01.45 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan akses jalan usaha tani warga terputus total akibat tertimbun material longsoran dalam jumlah besar, Berdasarkan laporan kaji cepat, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, longsor tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan mobilitas dan di stribusi hasil pertanian melalui jalur tersebut.

Tanah longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari. Air hujan yang meresap ke dalam tanah di duga menyebabkan struktur tanah pada tebing menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Hasil pendataan di lapangan mencatat, tebing yang longsor memiliki di mensi cukup besar, dengan panjang sekitar 20 meter, tinggi kurang lebih 11 meter, dan lebar mencapai tujuh meter. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketebalan sekitar tiga meter.

Kondisi tersebut membuat jalur tersebut sama sekali tidak dapat di lalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun pejalan kaki. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju lahan pertanian di sekitar Blok Kardi.

Terputusnya akses jalan usaha tani berdampak langsung pada aktivitas warga Desa Singkup. Para petani tidak dapat mengangkut hasil pertanian maupun menjangkau lahan mereka seperti biasanya. Jika kondisi ini berlangsung lama, di khawatirkan akan berpengaruh terhadap produktivitas dan perekonomian warga setempat.

Meski tidak ada laporan rumah warga yang terdampak secara langsung, posisi longsoran yang berada di kawasan perbukitan tetap menjadi perhatian serius, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan bergerak cepat dengan menurunkan Tim Assessment ke lokasi kejadian. Tim ini bertugas melakukan pendataan awal, menilai tingkat kerawanan lanjutan, serta menyusun rekomendasi penanganan yang di perlukan.

Koordinasi juga di lakukan dengan aparat pemerintah desa, pihak kecamatan, serta unsur TNI dan Polri guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Aparat gabungan turut memantau kondisi sekitar lokasi longsor untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan bagi warga.

Dalam laporan kaji cepat, di sebutkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk membersihkan material longsoran. Dengan volume tanah yang cukup besar dan ketebalan mencapai sekitar tiga meter, pembersihan secara manual di nilai tidak memungkinkan dan berisiko bagi keselamatan warga.

Penggunaan alat berat di harapkan dapat mempercepat proses pembersihan sehingga akses jalan usaha tani dapat kembali di fungsikan. Selain itu, penanganan yang cepat juga di perlukan untuk mencegah kerusakan lanjutan akibat tekanan material longsor yang masih labil.

kondisi cuaca di lokasi kejadian di laporkan masih hujan ringan. Situasi ini membuat proses penanganan harus di lakukan dengan ekstra kehati-hatian. Tanah yang masih basah berpotensi memicu longsor susulan, terutama di sekitar tebing yang sebelumnya telah runtuh.

BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor. Masyarakat di minta untuk segera menjauh dari lokasi apabila hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Langkah lanjutan penanganan longsor di Desa Singkup saat ini terus di koordinasikan antara BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait lainnya. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga, membuka kembali akses jalan usaha tani, serta meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat longsor tersebut.

Aparat desa bersama warga juga di minta untuk tetap siaga dan melakukan pemantauan lingkungan sekitar, terutama pada tebing dan lereng yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau penurunan permukaan tanah.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan aktivitas di sekitar lokasi longsor. Kewaspadaan perlu di tingkatkan selama musim hujan, mengingat curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor.

Untuk kondisi darurat atau laporan kejadian bencana, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Kabupaten Kuningan melalui nomor 0811-2442-444.

Peristiwa longsor di Blok Kardi Desa Singkup ini kembali menjadi pengingat akan kerawanan bencana di wilayah dengan kontur perbukitan. Kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta respons cepat dari semua pihak menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang di timbulkan.

Dengan koordinasi yang terus di lakukan dan penanganan yang tepat, di harapkan akses jalan usaha tani dapat segera di buka kembali dan aktivitas masyarakat dapat berangsur normal, tanpa mengabaikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.