Sandiwartanews.comLebak — Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan. Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga menunjukkan pola aksi yang kian berani. Beberapa di antaranya bahkan terekam kamera pengawas (CCTV), memberikan petunjuk awal bagi aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jajaran Polres Lebak Polda Banten melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) kini tengah melakukan penyelidikan intensif. Upaya pengungkapan dilakukan dengan menggabungkan analisis rekaman CCTV, keterangan saksi di lapangan, serta pendalaman pola kejahatan yang diduga saling berkaitan.

Kapolres Lebak Herfio Zaki melalui Kasi Humas Polres Lebak Moestafa Ibnu Syafir menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah petunjuk penting. Rekaman visual yang beredar menjadi salah satu alat bukti yang cukup membantu dalam proses identifikasi.

“Kami saat ini masih melakukan penyelidikan secara intensif terkait kasus pencurian ranmor yang terjadi di beberapa titik di wilayah Lebak. Dari hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi, kami sedang memburu para pelaku,” ujar Iptu Moestafa, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, penyelidikan tidak hanya berfokus pada satu lokasi kejadian, melainkan mencakup beberapa titik yang diduga memiliki keterkaitan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah aksi pencurian tersebut dilakukan oleh kelompok yang sama atau pelaku berbeda dengan modus serupa.

Fenomena meningkatnya kasus curanmor di Lebak juga mencerminkan tantangan keamanan yang dihadapi wilayah tersebut. Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi serta kondisi lingkungan tertentu yang minim pengawasan, pelaku kejahatan kerap memanfaatkan celah untuk melancarkan aksinya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Full Image Polres lebak Kejar Pelaku Curanmor Jejak CCTV

Dalam beberapa rekaman CCTV yang berhasil dihimpun, terlihat pelaku beraksi dalam waktu singkat. Mereka diduga telah menguasai teknik tertentu untuk membobol kendaraan, sehingga mampu melakukan pencurian tanpa menimbulkan kecurigaan yang berarti. Pola ini menjadi perhatian khusus bagi penyidik untuk mengungkap jaringan atau kemungkinan keterlibatan sindikat.

Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, pihak kepolisian juga meningkatkan langkah preventif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan patroli di wilayah rawan, terutama pada jam-jam tertentu yang dianggap memiliki potensi tinggi terjadinya tindak kriminal.

“Kami juga mengintensifkan patroli baik oleh Polres maupun Polsek jajaran, terutama di lokasi-lokasi yang rawan terjadi pencurian kendaraan bermotor,” lanjutnya.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Patroli dilakukan secara rutin dengan menyasar kawasan permukiman, pusat aktivitas warga, hingga area parkir yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Di sisi lain, kepolisian juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminal, termasuk pencurian kendaraan bermotor.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan langkah-langkah sederhana namun efektif. Penggunaan kunci ganda, pemilihan lokasi parkir yang aman dan terang, serta pemasangan alat pengaman tambahan menjadi beberapa langkah yang disarankan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada, pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan baik, gunakan kunci tambahan, dan parkir di tempat yang aman. Bila menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat, dengan menghubungi layanan 110 Polres Lebak,” tegasnya.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam banyak kasus, kelengahan pemilik kendaraan kerap dimanfaatkan oleh pelaku. Kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan memadai menjadi sasaran empuk bagi aksi pencurian.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting bagi aparat dalam mengungkap kasus kejahatan.

Polres Lebak menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan akan dilakukan secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat. Dengan adanya tindakan tegas dan langkah preventif yang konsisten, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan secara signifikan.

Di tengah meningkatnya kasus curanmor, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga, upaya penegakan hukum akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang aman dan kondusif dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kesadaran untuk saling menjaga dan peduli terhadap kondisi sekitar.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus pencurian ranmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Lebak. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan hasil penyelidikan yang diperoleh.

Dengan Rekaman seperti CCTV serta kerja sama masyarakat, aparat optimistis pelaku dapat segera diungkap. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat Lebak yang belakangan dihadapkan pada meningkatnya kasus kejahatan kendaraan bermotor.