Sandiwartanews.com – Bengkulu Utara – Insiden yang memicu kekhawatiran warga terjadi di Desa Pematang Sapang, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (11/4/2026) sore. Seorang Anak berusia 4 tahun bernama Ilya Suci mengalami luka serius setelah diserang anjing liar saat bermain di sekitar rumahnya.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB, ketika korban tengah berada di lingkungan tempat tinggalnya tanpa didampingi orang tua. Situasi berubah mencekam saat seekor anjing liar tiba-tiba menyerang dan menggigit tubuh korban.
Serangan itu baru diketahui setelah orang tua korban pulang dari kebun dan menemukan anaknya dalam kondisi terluka parah.
Menurut keterangan perangkat desa, kondisi korban saat ditemukan cukup memprihatinkan, dengan luka gigitan di sejumlah bagian tubuh dan darah yang masih mengalir, Tanpa menunggu lama, keluarga bersama warga setempat segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sekretaris Desa Pematang Sapang, Robin, membenarkan kejadian tersebut, Ia menyampaikan bahwa korban langsung dirujuk ke RSUD Arga Makmur untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Orang tua korban baru mengetahui kejadian itu setelah pulang dari kebun. Saat ditemukan, anak tersebut sudah dalam kondisi terluka cukup serius. Saat ini korban sedang dirawat secara intensif di rumah sakit,” ujar Robin.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, luka yang dialami korban cukup serius akibat gigitan hewan tersebut. Tim medis saat ini masih melakukan perawatan intensif guna mencegah infeksi lanjutan, termasuk risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan anjing.
Camat Arma Jaya, Sahmad, juga membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari tenaga kesehatan setempat, jumlah korban tidak hanya satu orang. Seorang anak lain dari Desa Pagar Banyu dilaporkan turut menjadi korban dalam kejadian serupa di lokasi yang tidak jauh berbeda.
“Dari informasi bidan di lapangan, ada dua anak yang menjadi korban serangan anjing liar. Keduanya sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Sahmad.
Meski identitas korban kedua belum diketahui secara rinci, pihak kecamatan memastikan bahwa keduanya kini berada dalam pengawasan tenaga medis. Kondisi korban masih terus dipantau, mengingat luka gigitan hewan berpotensi menimbulkan luka serius apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan permukiman. Warga setempat mengaku bahwa kemunculan hewan liar tersebut bukanlah hal baru, namun belum pernah terjadi serangan yang sampai menimbulkan korban luka serius seperti kali ini.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah kecamatan langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap anak-anak yang bermain di luar rumah. Orang tua diminta lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak guna mencegah kejadian serupa.
Selain itu, warga yang memelihara anjing juga diingatkan untuk bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah memastikan anjing peliharaan mendapatkan vaksinasi secara rutin, terutama vaksin rabies, guna menghindari risiko penularan penyakit berbahaya.
Langkah pencegahan dinilai krusial, mengingat gigitan anjing tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga berpotensi menularkan penyakit yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan pasca gigitan dan vaksinasi hewan harus terus digencarkan.
Di sisi lain, pemerintah Kecamatan Arma Jaya juga berencana melakukan koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait. Upaya tersebut mencakup pengendalian populasi anjing liar yang dinilai mulai meresahkan masyarakat.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik, termasuk langkah pengendalian populasi anjing liar agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sahmad.
Sejumlah opsi penanganan tengah dipertimbangkan, mulai dari pendataan populasi hewan liar hingga kemungkinan tindakan penertiban secara humanis, Pemerintah menegaskan bahwa langkah yang diambil tetap mempertimbangkan aspek keselamatan manusia sekaligus kesejahteraan hewan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya sistem mitigasi risiko di lingkungan permukiman. Keberadaan hewan liar yang tidak terkendali dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua korban masih dalam penanganan intensif di rumah sakit. Pihak keluarga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar keamanan lingkungan dapat lebih terjamin ke depannya.
Kasus ini kini menjadi perhatian bersama, tidak hanya bagi warga Desa Pematang Sapang dan sekitarnya, tetapi juga pemerintah daerah dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh masyarakat.






