Sandiwartanews.com – Jakarta — Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan skema pengamanan khusus untuk memastikan pelaksanaan salat Hari Raya Idulfitri di wilayah Jakarta dan sekitarnya berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Pengamanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 yang digelar untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran.
Langkah pengamanan dilakukan dengan memetakan sejumlah titik strategis yang diperkirakan akan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain area tempat ibadah, aparat kepolisian juga menyiagakan personel di berbagai fasilitas publik dan pusat ekonomi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode Idulfitri.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya 133 masjid di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang akan menggelar salat Idulfitri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 masjid ditetapkan sebagai lokasi utama pengamanan karena diperkirakan akan menampung jumlah jamaah yang besar.
“Untuk pengamanan difokuskan pada 10 masjid utama serta 123 masjid lainnya yang melaksanakan salat Idulfitri di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Asep dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, penetapan lokasi prioritas tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk kapasitas masjid, potensi jumlah jamaah yang hadir, serta letak geografis yang menjadi pusat keramaian masyarakat. Dengan pemetaan tersebut, kepolisian dapat menempatkan personel secara lebih efektif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.
Ia menegaskan bahwa pengamanan salat Idulfitri tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, petugas akan ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk di sekitar area parkir, jalur masuk jamaah, hingga akses lalu lintas di sekitar masjid.
Selain pengamanan di tempat ibadah, Polda Metro Jaya juga mempersiapkan langkah pengamanan di sejumlah lokasi vital yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan selama Idulfitri.
Beberapa di antaranya meliputi stasiun kereta api, terminal bus, bandara, pelabuhan, serta kawasan pusat perdagangan dan ekonomi.
Kawasan transportasi publik menjadi salah satu fokus pengamanan karena diperkirakan akan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Kepolisian berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.
Langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara nasional dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.812 personel gabungan. Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik pengamanan, termasuk tempat ibadah, jalur transportasi, pusat keramaian, hingga fasilitas layanan publik.
Selain fokus pada pengamanan aktivitas masyarakat, aparat kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada sektor layanan keuangan. Hal ini dilakukan karena menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas transaksi keuangan, termasuk penarikan dana oleh masyarakat.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sektor tersebut, Polda Metro Jaya menyiagakan pengamanan di ratusan kantor layanan keuangan. Tercatat sebanyak 471 kantor perbankan dan 164 kantor pegadaian akan mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian selama periode operasi berlangsung.
Asep menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi selama periode Idulfitri. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pengelola fasilitas publik, serta masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepolisian akan mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan. Selain melakukan patroli dan penjagaan, petugas juga akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik maupun saat beraktivitas di wilayah Jakarta.
Upaya pengamanan ini juga didukung dengan koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pengamanan dapat berjalan secara terpadu dan efektif.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama melaksanakan kegiatan ibadah maupun aktivitas lainnya selama masa libur Lebaran. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Operasi pengamanan Idulfitri ini dijadwalkan berlangsung selama hampir dua pekan, yakni mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, aparat kepolisian akan melakukan pemantauan secara intensif di berbagai titik rawan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.
Dengan berbagai langkah pengamanan yang telah disiapkan, Polda Metro Jaya berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh ketenangan. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama momentum Lebaran.
Di sisi lain, kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam momentum besar seperti Idulfitri yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Pendekatan preventif, koordinatif, dan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah ibu kota dan sekitarnya.






