Jakarta sandiwartanews.com – Keikutsertaan Komunitas Penggiat Budaya Sadulur Sumanding Kota Banjar menjadi salah satu sorotan hangat dalam gelaran Festival Pencak Silat se-Jabodetabek yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh PETIRA ini berlangsung di Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dari Banjar Patroman, hadir sosok yang dikenal konsisten menjaga napas budaya—Romo Sarif (57), Ketua Komunitas Penggiat Budaya Sadulur Sumanding Kota Banjar. Dengan pembawaan tenang namun penuh wibawa, Romo Sarif menyampaikan kesan mendalam tentang kiprah komunitasnya dalam festival tersebut.

“Semoga festival ini terus menjadi ajang yang mengangkat dan merawat seni budaya kita. Bagi kami, bisa ikut serta bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang menjaga warisan leluhur agar tetap hidup,” ujarnya Kepada Sandiwartanews.com (15/11/2025).

Peserta dari berbagai perguruan dan daerah memenuhi area Museum Satria Mandala, menghadirkan atraksi seni bela diri tradisi yang tak hanya memukau, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Menurut Romo Sarif, festival ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan sesama pelestari budaya, sekaligus mendorong generasi muda agar bangga pada identitas bangsanya.

Keikutsertaan Komunitas Penggiat Budaya Sadulur Sumanding dalam event ini menegaskan kembali komitmen mereka dalam memajukan seni pencak silat sebagai bagian dari ekspresi budaya yang tak lekang oleh zaman.

“Yang paling penting, kami ingin budaya ini tetap bersinar. Semoga pemerintah, komunitas, dan masyarakat terus bersinergi menjaga seni pencak silat agar tetap tumbuh dan dihargai,” tambah Romo Sarif.

Festival yang berlangsung semarak ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh perguruan pencak silat, baik di Jabodetabek maupun daerah lain, untuk terus menghidupkan seni tradisi sebagai kekayaan bangsa.