Sandiwartanews.com – Kuningan — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka pengangguran dan mengelola persoalan lingkungan. Hal itu disampaikan saat ia memimpin Tim 3 Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan di Masjid Al-Huda, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, pada Rabu (4/3/2026).
Safari Ramadan atau Tarawih Keliling (Tarling) bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi menjadi momentum strategis pemerintah daerah untuk menyampaikan progres pembangunan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. U. Kusmana mewakili Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan bahwa berbagai program pembangunan di Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif.
Dalam paparannya, Sekda menegaskan fokus Pemkab Kuningan pada sektor ekonomi melalui pengembangan investasi. Menurut U. Kusmana, pembukaan peluang investasi menjadi strategi utama untuk memperluas lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran.
“Pemerintah daerah terus mendorong investasi agar penyerapan tenaga kerja semakin optimal. Dengan demikian, pengangguran bisa ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar U. Kusmana (4/3/2026) di hadapan para jemaah Masjid Al-Huda.
Ia menekankan bahwa strategi ini tidak hanya penting bagi ekonomi, tetapi juga berdampak pada stabilitas sosial. Tenaga kerja yang terserap dengan baik akan menciptakan masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus mengurangi risiko sosial akibat pengangguran.
Selain sektor ekonomi, U. Kusmana menyoroti masalah lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang kini menjadi isu serius di tingkat daerah maupun nasional. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, volume sampah dipastikan meningkat bila tidak dikelola dengan baik sejak akar rumput.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perlu kolaborasi dari masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan, agar pengelolaan berjalan efektif. Selain menjaga lingkungan, hal ini juga bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola secara inovatif,” tegas Sekda.
Ia mendorong warga Kelurahan Cigadung dan aparatur terkait untuk meniru model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah sukses diterapkan di daerah lain. Program-program semacam ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Masjid sebagai Pusat Peradaban
Dalam kesempatan yang sama, U. Kusmana memberikan pesan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda agar masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter masyarakat dan pengembangan peradaban lokal.
“Saya titip kepada DKM Al-Huda untuk menjaga kemakmuran masjid dan membangun karakter masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua DKM Masjid Al-Huda, KH Didin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Pemkab Kuningan. Ia menegaskan bahwa masjid terus mengadakan kegiatan pengajian rutin, kajian keislaman, serta program pembinaan remaja guna menciptakan generasi yang religius dan berakhlak.
Lebih lanjut, DKM juga tengah merencanakan program “Mobil Siaga Masjid”. Kendaraan ini akan difungsikan untuk mendukung mobilitas sosial warga, misalnya mengantar pasien sakit atau membantu kebutuhan darurat lainnya. Inisiatif ini diharapkan menjadi bentuk nyata masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Safari Ramadan di Masjid Al-Huda juga menjadi momentum penyerahan bantuan dari Pemkab Kuningan bersama Baznas Kuningan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan serta penyediaan sarana ibadah yang memadai. Penyerahan bantuan sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat aktif dan mandiri dalam berbagai aspek, termasuk sosial, ekonomi, dan keagamaan.
“Kegiatan Tarling ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemkab dan masyarakat. Kami berharap melalui kebersamaan ini, Kabupaten Kuningan bisa semakin religius, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Sekda.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Tim 3 Safari Ramadan tingkat kabupaten, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Diskominfo Ucu Suryana, M.Si., Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial, serta jajaran Baznas Kuningan. Selain itu hadir pula Ketua DWP Kuningan, Camat Cigugur beserta jajaran Forkopimcam, dan Lurah Cigadung.
Kehadiran para pejabat ini bukan semata formalitas, melainkan bagian dari strategi Pemkab Kuningan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Dengan tatap muka langsung, aspirasi warga dapat diterima secara efektif, sekaligus mempercepat implementasi program pembangunan di tingkat lokal.
Tarawih Keliling menjadi strategi komunikasi pemerintah yang efektif. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan ini digunakan untuk menyampaikan progres pembangunan dan kebijakan strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan prinsip akuntabilitas dan transparansi, sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk bertanya dan memberikan masukan.
Momentum Ramadan digunakan Pemkab Kuningan untuk menggalakkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang tepat sasaran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi lokal.
Sekda menutup arahannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, baik dalam pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi, maupun pembinaan sosial keagamaan.
“Keberhasilan Kuningan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Kuningan yang religius, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Kuningan tidak hanya menekankan pencapaian pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sosial dan karakter masyarakat. Tarling Ramadan menjadi cermin nyata bahwa pembangunan daerah harus selaras dengan nilai-nilai religius, sosial, dan ekonomi, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh seluruh warga.






