Sandiwartanews.com – Serang — Sebanyak 150 pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai wilayah hukum Polres Serang ambil bagian dalam Turnamen Mobile Legends Polres Serang Cup 2026 yang digelar di Gedung Ngariung Iman Ngariung Aman, Mapolres Serang, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret kepolisian dalam merespons perkembangan e-sports yang semakin digemari generasi muda.
Turnamen tersebut merupakan inisiasi Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan sebagai upaya menghadirkan ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang digital, khususnya olahraga elektronik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pendekatan ini dinilai relevan untuk membangun kedekatan antara institusi kepolisian dan kalangan pelajar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakapolres Serang Kompol A Surya K yang hadir bersama jajaran panitia, dewan juri, peserta, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan turnamen tersebut.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai elemen, mulai dari panitia, wasit, hingga dukungan pihak lain yang turut memastikan kelancaran acara. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk menciptakan kegiatan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif.
Lebih lanjut, Wakapolres menyoroti fenomena meningkatnya popularitas e-sports di kalangan remaja. Mobile Legends, sebagai salah satu gim yang paling banyak diminati, menjadi pilihan yang tepat untuk menjangkau minat pelajar. Namun, ia juga mengakui bahwa di tengah popularitas tersebut, masih terdapat pandangan negatif terhadap aktivitas bermain gim.
“Perkembangan e-sports saat ini sangat pesat dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Namun, tidak bisa dipungkiri masih ada anggapan bahwa aktivitas ini cenderung tidak produktif bahkan berpotensi menimbulkan kecanduan,” ujarnya (26/4/2026).
Meski demikian, ia menekankan bahwa persepsi tersebut tidak sepenuhnya tepat apabila e-sports dikelola secara baik dan terarah. Dalam konteks yang positif, e-sports justru dapat menjadi sarana pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan.
Menurutnya, melalui kompetisi seperti ini, pelajar dapat belajar banyak hal, mulai dari kemampuan berpikir strategis, kerja sama tim, hingga penguatan nilai sportivitas. Selain itu, disiplin dan tanggung jawab juga menjadi aspek penting yang secara tidak langsung dilatih dalam setiap pertandingan.
“Jika diarahkan dengan benar, e-sports mampu menjadi wadah yang produktif. Di dalamnya ada proses belajar, ada kerja tim, ada strategi, dan tentu saja nilai sportivitas yang harus dijunjung tinggi,” jelasnya.
Polres Serang memandang turnamen ini sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda, sekaligus langkah preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja.
Pendekatan berbasis kegiatan positif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran dibandingkan pendekatan yang bersifat represif.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga mengingatkan para peserta untuk menjadikan kompetisi ini sebagai ajang yang sehat dan bermakna. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai fair play serta menjaga sikap selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, pesan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya turut disampaikan. Kepolisian berharap melalui kegiatan ini, pelajar dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dan memilih aktivitas yang bermanfaat.
“Melalui turnamen ini, kami berharap para pelajar tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga perilaku, menjauhi narkoba, dan menghindari tindakan negatif lainnya,” tegasnya.
Suasana turnamen berlangsung kompetitif namun tetap kondusif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal pertandingan. Dukungan dari rekan satu tim dan penonton turut menambah semangat para pemain dalam setiap sesi permainan, Di sisi lain, kehadiran dewan juri dan wasit memastikan jalannya pertandingan berlangsung adil dan sesuai aturan.
Profesionalisme dalam pelaksanaan turnamen menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dari panitia, Turnamen ini juga menjadi ruang interaksi antar pelajar dari berbagai sekolah. Selain berkompetisi, mereka juga berkesempatan untuk saling mengenal dan membangun jaringan pertemanan.
Hal ini menjadi nilai tambah yang tidak kalah penting dari sekadar hasil pertandingan.
Sejumlah peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut, Selain menyalurkan hobi, mereka juga merasa mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dari aktivitas belajar di sekolah. Kompetisi ini dinilai mampu memberikan motivasi sekaligus hiburan yang positif.
Sementara itu, pihak panitia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, potensi generasi muda di bidang e-sports dapat terus berkembang secara sehat dan terarah.
Turnamen Mobile Legends Polres Serang Cup 2026 menjadi gambaran bagaimana institusi kepolisian beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendekatan humanis melalui kegiatan yang dekat dengan dunia pelajar dinilai efektif dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik.
Di tengah tantangan era digital, upaya seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengarahkan energi generasi muda ke arah yang lebih produktif. Dengan pembinaan yang tepat, e-sports bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pengembangan diri yang bernilai.
Polres Serang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pembinaan generasi muda. Melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang pelajar.






