BulukumbaSandiwartanews.com – Suasana malam di Desa Pakubalaho, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, mendadak mencekam pada Kamis (23/10/2025). Api tiba-tiba berkobar di bagian belakang rumah milik Jumaring, warga setempat, yang kala itu tengah beristirahat bersama cucunya.

Kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam itu sontak menggegerkan warga sekitar. Teriakan meminta tolong terdengar bersahut-sahutan di tengah gelap malam. Tanpa menunggu lama, warga berhamburan keluar rumah membawa ember, timba, dan cergen untuk memadamkan api secara gotong royong. Bahkan, sebuah mobil pikap berisi tangki air ikut dikerahkan membantu proses pemadaman darurat.

Dari keterangan warga, sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah di area belakang rumah. “Pemilik rumah memang sering membakar sampah di situ. Mungkin apinya belum benar-benar padam,” ungkap salah satu warga di lokasi. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi sekitar yang dipenuhi sisa-sisa bakaran dan bahan mudah terbakar.

Kepala Desa Pakubalaho, Ardiansyah, S.Pd., M.Pd., yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa titik api berasal dari kandang sapi berukuran 4×5 meter yang berada di bagian belakang rumah.

“Yang terbakar itu kandang sapi, di atasnya banyak kulit jagung kering, dan di bawahnya juga ada ayam. Jadi cepat sekali apinya menyebar,” terang Ardiansyah.

Tidak lama setelah warga menghubungi petugas, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Kajang dan Kota Bulukumba tiba di lokasi. Petugas dibantu masyarakat terus berupaya menjinakkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain.

“Begitu laporan masuk, kami langsung koordinasi dengan pemadam. Alhamdulillah, dalam waktu singkat dua unit armada sudah standby di Pakubalaho,” kata Ardiansyah.

Selain tim damkar, turut hadir Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kanit Intel, petugas PLN, serta sejumlah tokoh masyarakat. Mereka bersama-sama memastikan proses pemadaman berjalan aman dan tidak ada korsleting listrik yang memperburuk situasi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, termasuk kandang dan hewan ternak di dalamnya yang hangus terbakar.

Kades Ardiansyah pun mengimbau warga untuk lebih berhati-hati Jangan lagi membakar sampah sembarangan.

“Malam Jumat ini jadi pengingat bagi kita semua. Jangan lagi membakar sampah sembarangan. Cukup satu percikan, bisa jadi bencana,” tegasnya.

Peristiwa di Pakubalaho menjadi pengingat penting tentang pentingnya kewaspadaan lingkungan dan kebiasaan kecil yang bisa berujung besar.  agar membuang sampah di tempat yang lebih aman dan ramah lingkungan.