Sandiwartanews.comKuningan – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Paguyuban Perantau Kaduagung (PPK) melalui kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi bagian dari komitmen paguyuban perantau asal Desa Kaduagung untuk terus menjaga solidaritas dan berbagi manfaat bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara yang Berlangsung  sekitar Pukul 08 : 00 wib di Desa Kaduagung Blok Manis  RT/RW  001/002  Kecamatan Karangkancana, Di Masjid Jami Al Barokah  pada Selasa (17/3/2026) itu dihadiri oleh para pengurus dan anggota PPK, tokoh masyarakat, pengurus DKM, para donatur, serta anak-anak yatim dan dhuafa yang menjadi penerima santunan. Kehadiran para pihak tersebut memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kegiatan sosial paguyuban.

Ketua PPK, Widodo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan yang hingga kini masih dapat dilaksanakan secara rutin. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang terus dijaga oleh para perantau asal Kaduagung.

Widodo menjelaskan, paguyuban yang dipimpinnya telah berjalan kurang lebih selama satu dekade sejak didirikan pada tahun 2016. Dalam perjalanan tersebut, berbagai dinamika dihadapi, termasuk tantangan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian anggota. Namun demikian, ia menilai semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama yang membuat kegiatan sosial PPK tetap bertahan.

“Alhamdulillah, PPK sudah berjalan sekitar sepuluh tahun sejak berdiri pada 2016 hingga sekarang 2026. Walaupun kondisinya tidak selalu mudah dan kami juga merasakan tantangan ekonomi, kegiatan sosial seperti santunan ini tetap berusaha kami pertahankan,” ujar Widodo (17/3/2026).

Menurutnya, keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari kepedulian para anggota yang masih konsisten mendukung paguyuban. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa.

Widodo berharap ke depan PPK dapat kembali berkembang seperti masa awal berdirinya, ketika berbagai kegiatan sosial dapat dilaksanakan secara lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga istiqamah dalam menjalankan kegiatan yang bernilai ibadah dan kemanusiaan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota yang masih peduli terhadap PPK. Kami berharap paguyuban ini ke depan bisa kembali kuat seperti dulu dan tetap berjalan di jalan yang diridhai Allah SWT,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus PPK juga menjelaskan bahwa pelaksanaan santunan tahun ini mengalami penyesuaian waktu. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Suro, kali ini santunan digelar pada bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Perubahan waktu tersebut, menurut pengurus, dilakukan dengan pertimbangan agar manfaat kegiatan dapat lebih dirasakan oleh para penerima santunan dalam menyambut hari raya.

“Santunan biasanya kami adakan pada bulan Suro, tetapi kali ini kami geser ke bulan Ramadan mendekati Idul Fitri. Tujuannya agar anak-anak yatim dan dhuafa bisa ikut merasakan kebahagiaan menyambut hari raya,” ungkap Atang salah seorang pengurus PPK dalam keterangannya.

Pengurus juga menekankan bahwa kegiatan santunan merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berbagi kebahagiaan sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, panitia pelaksana Maman Yopi  menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan dari anggota paguyuban, donatur, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sosial PPK.

“Terima kasih kami sampaikan kepada para donatur, anggota PPK, serta semua pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga kebaikan tersebut mendapatkan balasan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang berlipat ganda,” katanya.

Para donatur yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di antaranya Hj. Eti serta H. Kasa. Kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam penyediaan santunan bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi para penerima santunan, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa perhatian dan kebersamaan dari masyarakat. Beberapa anak yatim yang hadir mengaku merasa senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Salah seorang anak yatim Arul (13) penerima santunan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur dan pengurus paguyuban yang telah peduli terhadap mereka.

“Saya senang bisa ikut acara ini. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang penerima dari kalangan dhuafa. Muhtadi Ia menilai kegiatan santunan tersebut sangat membantu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya membutuhkan berbagai kebutuhan tambahan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Apalagi menjelang lebaran, tentu kebutuhan semakin banyak. Kami sangat bersyukur ada yang masih peduli,” katanya.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan. Para anak yatim dan dhuafa tampak menerima santunan dengan wajah bahagia, sementara para anggota paguyuban dan pengurus terlihat aktif mendampingi jalannya acara.

Bagi PPK, kegiatan santunan bukan hanya sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari komitmen moral untuk terus berbagi dengan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Melalui kegiatan tersebut, paguyuban berharap nilai kepedulian dan solidaritas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Pengurus juga menilai kegiatan santunan dapat menjadi pengingat bahwa keberadaan komunitas perantau tidak hanya untuk mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dengan perjalanan paguyuban yang telah memasuki satu dekade, PPK berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun dapat terus terjaga. Mereka juga berharap kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa dapat terus berlangsung pada tahun-tahun mendatang sebagai wujud nyata kepedulian sosial.

Di akhir acara, pengurus menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Mereka juga berharap seluruh amal kebaikan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dapat diterima sebagai amal ibadah.

“Kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua,” ujar pengurus menutup kegiatan.

Kegiatan santunan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi masih hidup di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, solidaritas sosial tetap dapat terjaga melalui kepedulian bersama.