Sandiwartanews.comBekasi – Kepedulian terhadap persoalan infrastruktur lingkungan kembali ditunjukkan Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia. Ketua FWJ Indonesia, Siti Mariam, bersama jajaran pengurus dan anggota, turun langsung melakukan aksi sosial berupa pembersihan ilalang yang mengganggu akses jalan serta perbaikan jalan rusak di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan respons atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus melintasi jalan rusak dan berlubang. Kondisi jalan yang memprihatinkan itu dinilai tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah, pengendara sepeda motor, serta warga yang berangkat dan pulang bekerja.

Sejak pagi hari, Ketua FWJ Indonesia bersama Ketua Koordinator Wilayah FWJ Indonesia Kabupaten Bekasi dan para anggota tampak hadir langsung di lokasi. Dengan semangat kebersamaan, mereka bergotong royong membersihkan ilalang yang menutupi badan jalan dan mempersempit pandangan pengguna jalan. Setelah itu, dilakukan penambalan jalan berlubang menggunakan material batu, pasir, dan semen, serta meratakan permukaan jalan agar lebih aman dilalui kendaraan.

Ketua FWJ Indonesia, Siti Mariam, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian organisasi pers kepada masyarakat. Menurutnya, wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

“Ini adalah wujud nyata peran kami di organisasi pers FWJ Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya hadir dalam pemberitaan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat ketika ada persoalan yang dirasakan warga,” ujar Siti Mariam di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa aksi sosial tersebut bukanlah kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian atas kondisi jalan yang sudah lama dikeluhkan warga. Jalan yang diperbaiki merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Kertamukti, sehingga kondisinya sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga sehari-hari.

“Jalan ini sangat penting bagi warga. Setiap hari dilalui anak-anak sekolah, pedagang, dan pekerja. Ketika kondisinya rusak, tentu dampaknya besar. Karena itu kami tergerak untuk ikut membantu semampu kami,” ucapnya.

Siti Mariam juga menekankan bahwa FWJ Indonesia sebagai organisasi pers berupaya bersikap mandiri dan peka terhadap realitas di lapangan. Ia menyebut bahwa aksi perbaikan jalan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah setempat agar lebih serius melihat kondisi infrastruktur lingkungan yang masih membutuhkan perhatian.

“Kami tidak bermaksud mengambil alih peran pemerintah. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih ada persoalan yang belum tertangani dengan baik. Harapannya, pemerintah bisa melihat langsung kondisi ini dan memberikan solusi yang lebih permanen,” tegasnya.

Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan publik, termasuk dengan tindakan nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap aksi sosial FWJ Indonesia dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan dan fasilitas umum.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Kertamukti. Sejumlah warga tampak ikut membantu dan berinteraksi langsung dengan para anggota FWJ Indonesia. Bagi masyarakat, kehadiran organisasi pers yang turun langsung memperbaiki jalan menjadi bentuk kepedulian yang jarang mereka temui.

Salah seorang warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan tersebut, meskipun bersifat sementara. Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya berlubang dan licin sangat membahayakan, terutama saat hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Siti Mariam dan FWJ Indonesia. Jalan ini sering dilewati anak-anak sekolah dan warga yang bekerja. Dengan adanya perbaikan ini, setidaknya lebih aman. Kami berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah,” ungkap warga tersebut.

Warga lainnya menilai kegiatan tersebut tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan harapan bahwa keluhan masyarakat masih ada yang peduli dan mau mendengar. Mereka berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat segera menindaklanjuti kondisi jalan tersebut dengan perbaikan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain melakukan perbaikan jalan dan pembersihan ilalang, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Bekasi dengan masyarakat Desa Kertamukti. Dialog singkat yang terjalin di lokasi menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait kondisi lingkungan mereka.

FWJ Indonesia menilai bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pers. Dengan turun ke lapangan, wartawan dapat melihat secara langsung realitas yang dihadapi warga, sekaligus memperkuat fungsi kontrol sosial yang melekat pada profesi jurnalistik.

Melalui aksi sosial ini, FWJ Indonesia berharap dapat mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan elemen lainnya dalam menjaga serta memperbaiki infrastruktur lingkungan. Kepedulian bersama dinilai menjadi kunci agar persoalan-persoalan dasar yang menyentuh kehidupan warga dapat segera ditangani.

Aksi yang dilakukan FWJ Indonesia di Desa Kertamukti tersebut menjadi bukti bahwa peran pers tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi juga dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Di tengah berbagai persoalan infrastruktur yang masih dihadapi warga, langkah sederhana namun konkret ini diharapkan mampu mengetuk kesadaran semua pihak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan publik.