Sandiwartanews.com – Bangli — Kepolisian Sektor (Polsek) Kintamani bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tergerusnya bangunan toilet Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Batur, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat pada Jumat (9/1/2026).
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 14.53 Wita. Curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama menyebabkan kondisi tanah di sekitar bangunan sekolah menjadi jenuh air. Akibatnya, struktur tanah kehilangan daya ikat, menjadi labil, dan akhirnya tergerus aliran air.
Menurut Kapolsek, kondisi tanah yang tidak stabil tersebut menyebabkan bangunan toilet sekolah longsor dan jatuh ke lahan pertanian milik warga yang berada di bawahnya. Kejadian ini sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar, mengingat lokasi sekolah berada di wilayah dengan kontur tanah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Kintamani segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan,” ujar Kompol Made Dwi Puja Rimbawa.
Dari hasil pengecekan awal, pihak kepolisian memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa dan tenaga pendidik dalam kondisi aman, karena kejadian berlangsung di luar jam kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, kerusakan bangunan dinilai cukup parah.
Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Bangunan toilet sekolah mengalami kerusakan total dan tidak dapat lagi difungsikan. Selain itu, lahan pertanian milik warga turut terdampak akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang longsor.
Kapolsek Kintamani menuturkan bahwa pihak sekolah menjadi korban utama dalam kejadian ini, sementara pemilik lahan pertanian mengalami dampak lanjutan akibat material bangunan yang jatuh ke area kebun. Kondisi tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut agar tidak menimbulkan risiko baru, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sebagai bagian dari langkah kepolisian, Polsek Kintamani telah melakukan sejumlah tindakan, di antaranya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan dokumentasi, serta menggali keterangan dari saksi dan warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Kompol Made Dwi Puja Rimbawa menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada penegakan hukum. Dalam situasi darurat maupun bencana alam, kepolisian memiliki peran penting dalam memberikan respons cepat, memastikan keselamatan warga, serta menjaga situasi tetap kondusif.
“Polri hadir tidak hanya dalam konteks hukum, tetapi juga dalam penanganan situasi darurat seperti bencana alam. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan erosi, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu kejadian serupa, terutama di daerah dengan kontur tanah miring dan struktur tanah yang mudah tergerus air.
Kapolsek meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, aliran air yang tidak normal, atau pergeseran struktur bangunan. Pelaporan dini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar.
Sementara itu, Polsek Kintamani memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa, pihak sekolah, dan instansi teknis lainnya, guna memastikan penanganan lanjutan berjalan dengan baik. Koordinasi ini diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah serta mencegah risiko bagi siswa dan warga sekitar.
Langkah antisipasi juga menjadi perhatian, mengingat bangunan sekolah merupakan fasilitas publik yang memiliki fungsi vital dalam dunia pendidikan. Keamanan dan kelayakan bangunan menjadi aspek penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Peristiwa tergerusnya bangunan toilet SDN 2 Batur ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Selain faktor alam, perencanaan tata bangunan dan kondisi lingkungan sekitar juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk meminimalisasi dampak bencana.
Dengan respons cepat yang dilakukan Polsek Kintamani, situasi di lokasi kejadian dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya. Kepolisian berharap kerja sama antara masyarakat dan aparat terus terjalin dengan baik, sehingga setiap potensi ancaman dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Ke depan, Polsek Kintamani menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan responsif terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan jiwa dan dampak bencana alam. Upaya ini sejalan dengan prinsip pelayanan publik Polri yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.




