Sandiwartanews.com Bekasi – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo turun langsung meninjau arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Jumat, 2 Januari 2026 Peninjauan di lakukan di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari langkah strategis Polri dalam memastikan kelancaran dan keamanan arus balik secara real time.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri menyampaikan hasil analisis data Operasi Lilin 2025 yang menunjukkan tren positif, yakni penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas serta fatalitas korban meninggal dunia di bandingkan periode sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator penting efektivitas pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama momentum libur panjang akhir tahun.

Wakapolri hadir di dampingi sejumlah pejabat terkait, antara lain Direktur Utama PT Jasa Marga Rifan Ahmad Purwantono, Kakor Sabhara Baharkam Polri, Waastama Ops Kapolri, Kapolda Metro Jaya, serta Dirgakkum Korlantas Polri. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas kuatnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan lalu lintas nasional.

Dalam pemantauan langsung tersebut, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri kini memiliki kemampuan memonitor arus kendaraan secara menyeluruh dan real time melalui sistem command center. Data yang tersaji, mulai dari jumlah kendaraan masuk dan keluar, kondisi lalu lintas, cuaca, hingga potensi gangguan di lapangan, menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan dan penerapan diskresi oleh petugas.

“Saya sampaikan kepada rekan-rekan, alhamdulillah sampai dengan hari ini dari hasil laporan yang saya dapat, Operasi Lilin berjalan dengan sangat lancar. Kejadian-kejadian menonjol hanya terjadi di awal. Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas juga sudah dapat tertangani dengan baik,” ujar Wakapolri.

Berdasarkan paparan Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 mengalami penurunan sekitar 6 sekian persen, sementara fatalitas meninggal dunia turun signifikan hingga 28 sekian persen. Data ini menjadi gambaran konkret keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan kecelakaan selama periode libur Nataru.

Wakapolri menekankan bahwa capaian positif tersebut tidak terlepas dari kerja kolaboratif dan persiapan matang seluruh unsur terkait. Sinergi antara Polri, pengelola jalan tol, dan instansi pendukung lainnya dinilai menjadi faktor kunci dalam meminimalisasi risiko kecelakaan dan kemacetan.

“Artinya, dengan kerja kolaborasi dan persiapan yang cukup matang, kita bisa melayani seluruh masyarakat yang melaksanakan momentum Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis Jasa Marga melalui command center yang mampu menyajikan data secara cepat dan akurat. Informasi tersebut memungkinkan aparat di lapangan melakukan antisipasi dini, termasuk pengaturan arus, rekayasa lalu lintas, hingga penanganan insiden secara responsif.

“Real time data dari command center ini sangat penting, mulai dari jumlah kendaraan yang keluar dan masuk, kondisi jalan, cuaca, hingga kebutuhan masyarakat di perjalanan. Dengan begitu, kita bisa meminimalisir dan memitigasi potensi gangguan di seluruh ruas jalan tol,” lanjut Wakapolri.

Wakapolri juga menegaskan bahwa pengamanan lalu lintas selama Operasi Lilin tidak hanya terfokus di Pulau Jawa. Seluruh wilayah Indonesia menjadi perhatian Polri, mengingat mobilitas masyarakat terjadi secara nasional.

Upaya mitigasi dan pengendalian di lakukan di berbagai ruas tol dan jalur non-tol, termasuk jalur arteri, jalur wisata, serta kawasan rawan kemacetan dan kecelakaan. Pendekatan ini bertujuan memastikan pelayanan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh pengguna jalan di Indonesia.

Selain mengevaluasi pelaksanaan Operasi Lilin 2025, Wakapolri menyampaikan bahwa hasil pemantauan dan analisis data ini akan menjadi bekal penting dalam persiapan Operasi Ketupat mendatang. Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan operasi pengamanan Idulfitri relatif lebih singkat, yakni sekitar satu bulan, sehingga perencanaan harus di lakukan lebih maksimal.

“Ini merupakan langkah baik agar nanti persiapan-persiapan kami, tentunya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan Operasi Ketupat yang akan datang, bisa lebih maksimal lagi,” ujar Wakapolri.

Meski puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru telah terlewati, Polri memastikan tetap memberikan perhatian serius terhadap sisa arus balik pada 3 hingga 4 Januari 2026. Hal ini seiring dengan aktivitas masyarakat yang di perkirakan kembali normal pada 5 Januari 2026, termasuk masuk kerja dan sekolah.

Langkah antisipatif terus di siapkan guna menghindari lonjakan kendaraan mendadak, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan kecelakaan. Kehadiran personel di lapangan, dukungan teknologi, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari strategi pengamanan lanjutan.

Peninjauan langsung yang di lakukan Wakapolri ini menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum dengan tingkat mobilitas tinggi. Polri berupaya memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Dengan capaian penurunan angka kecelakaan dan fatalitas selama Operasi Lilin 2025, Polri berharap kepercayaan publik terhadap upaya pengamanan lalu lintas semakin meningkat. Evaluasi berkelanjutan dan penguatan sinergi akan terus di lakukan demi mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan humanis.