Sandiwartanews.com Tangerang – Organisasi pers Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Banten menegaskan komitmennya dalam mendukung keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan mendirikan Posko Mudik FRIC di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Posko tersebut berdiri di jalur strategis Jl. Raya Pasar Kemis–Kedaton, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu titik lintasan yang kerap dilalui masyarakat saat melakukan perjalanan mudik menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Keberadaan posko ini di Agendakan sebagai pusat koordinasi sekaligus pelayanan informasi bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di jalur tersebut selama periode arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026.

Pendirian posko ini menjadi bagian dari kontribusi nyata organisasi pers dalam mendukung pelayanan publik sekaligus membantu upaya pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian. Melalui slogan FRIC “ Loyal kepada Korps Polri,” organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua FRIC DPW Banten, Habibi, mengatakan bahwa posko mudik tersebut didirikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi pers terhadap masyarakat, terutama pada momentum penting seperti perayaan Idulfitri.

Menurutnya, tradisi mudik tidak hanya berkaitan dengan perjalanan pulang kampung, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta kebutuhan informasi yang akurat bagi masyarakat.

“FRIC DPW Banten hadir sebagai mitra strategis yang siap bersinergi dengan kepolisian serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Posko mudik ini kami dirikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk membantu kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026,” ujar Habibi, Rabu (11/03/2026).

Habibi menegaskan bahwa wartawan yang tergabung dalam FRIC memiliki tanggung jawab profesional untuk menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh publik.

Ia menilai peran pers sangat penting dalam situasi mobilitas masyarakat yang tinggi seperti musim mudik, karena informasi yang cepat dan tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan perjalanan dengan lebih aman.

“Pers memiliki fungsi strategis sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan aparat. Melalui posko ini kami berharap dapat menghadirkan informasi yang jelas, edukatif, serta menenangkan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika FRIC DPW Banten, M. Ismail, menekankan bahwa manajemen komunikasi publik merupakan elemen penting dalam mendukung kelancaran arus mudik.

Menurutnya, fenomena mudik Lebaran merupakan peristiwa sosial berskala besar yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah signifikan, sehingga memerlukan pengelolaan informasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kepanikan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa posko mudik FRIC tidak hanya berfungsi sebagai titik koordinasi internal organisasi, tetapi juga sebagai pusat penyebaran informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Sebagai organisasi pers, FRIC memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memastikan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat bersifat akurat, berimbang, dan edukatif. Posko mudik ini menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan komunikasi publik yang efektif sekaligus mendukung kerja kepolisian di lapangan,” ujar M. Ismail.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa hubungan sinergi antara pers dan kepolisian merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial, terutama pada momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.

“Dengan semangat ‘FRIC Loyal kepada Korps Polri’, kami ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga dapat menjadi mitra konstruktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Sekretaris Wilayah FRIC DPW Banten, Nuryadi, menjelaskan bahwa posko mudik tersebut akan dioperasikan oleh anggota FRIC yang bertugas secara bergiliran selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menurutnya, sistem piket tersebut disiapkan untuk memastikan bahwa posko dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan.

“Posko ini kami siapkan sebagai ruang pelayanan terbuka bagi masyarakat. Para pemudik dapat berhenti sejenak untuk beristirahat, memperoleh informasi jalur mudik, ataupun berkoordinasi apabila membutuhkan bantuan,” jelas Nuryadi.

Ia menambahkan bahwa keberadaan posko ini juga mencerminkan keterlibatan aktif insan pers dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurut Nuryadi, wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi dari balik ruang redaksi, tetapi juga dapat hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata.

Pendapat serupa disampaikan Wakil Ketua FRIC DPW Banten, Sopiyan Hadi, yang menilai bahwa keberadaan posko mudik merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik.

“Keselamatan pemudik adalah tanggung jawab bersama. Dengan adanya posko ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tertib,” ujar Sopiyan.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat, pers, dan aparat penegak hukum menjadi kunci penting dalam menjaga situasi yang kondusif selama musim mudik Lebaran.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas (Satgas) FRIC Banten, Adit Batara, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel yang akan bertugas di posko secara bergantian selama periode mudik.

Menurutnya, Satgas FRIC akan memastikan seluruh kegiatan di posko berjalan dengan tertib serta tetap mengedepankan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat.

“Satgas FRIC Banten siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kami akan memastikan posko ini dapat berfungsi secara optimal dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian,” kata Adit Batara.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggota FRIC yang terlibat dalam kegiatan tersebut akan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, kedisiplinan, serta integritas dalam menjalankan tugas.

Tradisi mudik Lebaran setiap tahun memang selalu menjadi perhatian berbagai pihak karena melibatkan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar dari berbagai daerah.

Dalam kondisi seperti itu, koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan media massa menjadi faktor penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Melalui pendirian Posko Mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Tangerang, FRIC DPW Banten berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kelancaran arus mudik serta memperkuat sinergi antara pers, masyarakat, dan kepolisian.

Dengan semangat kebersamaan serta komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik, FRIC menegaskan bahwa kehadiran pers di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan berita, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan publik selama momentum mudik Lebaran.