SandiWartaNews.com – JAKARTA – Yayasan Sahabat Budaya Nusantara (SABDATARA) menggagas Program Inventarisasi dan Pemutakhiran Data Nasional Perguruan Pencak Silat Tradisi Nusantara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Mahamandala Pencak Silat Nusantara 2026. Program ini dirancang untuk menghimpun, memperbarui, dan memetakan data perguruan Pencak Silat Tradisi secara partisipatif sebagai landasan penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan berbasis data.
Program inventarisasi tersebut diajukan bersamaan dengan proposal kegiatan kebudayaan Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi “Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia” yang disampaikan oleh Yayasan Sahabat Budaya Nusantara kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 3 Februari 2026 di Jakarta.
Dalam rancangan kegiatan tersebut, pendataan perguruan Pencak Silat Tradisi ditempatkan sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pemajuan kebudayaan. Program ini bertujuan menghimpun informasi mengenai perguruan, komunitas, serta praktik tradisi Pencak Silat yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M., menekankan bahwa program inventarisasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi Pencak Silat yang hidup di tengah masyarakat.
“Program inventarisasi ini merupakan langkah strategis yang kami gagas melalui Yayasan Sahabat Budaya Nusantara untuk memperkuat basis data komunitas Pencak Silat Tradisi di seluruh Indonesia. Melalui pendataan yang sistematis dan partisipatif, diharapkan tradisi yang hidup di berbagai perguruan dapat terdokumentasi dengan baik serta menjadi fondasi bagi penguatan ekosistem pemajuan Pencak Silat Tradisi di masa depan,” ujar Saparudin dalam keterangan tertulis terkait pengajuan proposal kegiatan tersebut (13/3/2026).
Menurutnya, pendataan komunitas dan perguruan menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam upaya pelestarian warisan budaya takbenda, mengingat keberagaman tradisi Pencak Silat berkembang dalam spektrum budaya yang luas dan tersebar di berbagai daerah.
Sementara itu, Sekretaris kegiatan, Narwan Riyadi, menjelaskan bahwa program inventarisasi tersebut juga memiliki relevansi langsung dengan kerangka kebijakan nasional dalam bidang kebudayaan, khususnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan menegaskan bahwa pendataan kebudayaan merupakan salah satu instrumen penting dalam pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Oleh karena itu, program inventarisasi dan pemutakhiran data perguruan Pencak Silat Tradisi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata komunitas budaya dalam mendukung implementasi pemajuan kebudayaan berbasis data,” kata Narwan.
Ia menambahkan bahwa melalui sistem pendataan yang dilakukan secara daring dan partisipatif, program ini diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi riil perguruan Pencak Silat Tradisi di Indonesia, termasuk aspek wilayah, rumpun tradisi, karakter pakem, serta dinamika pembinaan dan regenerasi di tingkat komunitas.
Inisiatif inventarisasi tersebut muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi komunitas Pencak Silat Tradisi, seperti terbatasnya basis data perguruan, belum terpetakannya keragaman aliran secara komprehensif, serta kebutuhan akan kebijakan kebudayaan yang berpijak pada kondisi nyata di lapangan.
Padahal, sejak 12 Desember 2019, tradisi Pencak Silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, yang menegaskan pentingnya upaya pelindungan, dokumentasi, serta pewarisan nilai lintas generasi. Dalam kerangka tersebut, ketersediaan data yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu prasyarat penting untuk memastikan keberlanjutan praktik tradisi di tingkat komunitas.
Program Inventarisasi dan Pemutakhiran Data Nasional Perguruan Pencak Silat Tradisi Nusantara dirancang sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan partisipasi langsung perguruan, komunitas budaya, serta pemangku kepentingan kebudayaan di berbagai daerah.
Melalui program pendataan ini, Yayasan Sahabat Budaya Nusantara berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat fondasi kebijakan pemajuan Pencak Silat Tradisi di Indonesia. Selain menjadi basis informasi bagi komunitas dan pemangku kebijakan, program ini juga diharapkan dapat mendukung terbentuknya jejaring kolaborasi antarperguruan serta memperkuat keberlanjutan praktik Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa.






