Jakarta — sandiwartanews.com – 15 November 2025 – Panggung Festival Pencak Silat Tradisi se-Jabodetabek 2025 berubah menjadi lautan sorak ketika atraksi debus dari Padepokan Gagak Karancang mengguncang Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan. Dalam rangkaian acara memperebutkan Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia 2025, para pendekar menampilkan aksi ekstrem yang memadukan keberanian, teknik, dan spiritualitas khas seni tradisional Nusantara.
Wa Jalu, salah satu pendekar yang tampil, menyampaikan rasa bangganya dapat bersumbangsih dalam pelestarian budaya.
“Semoga budaya kita terus lestari. Debus adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Sukses untuk PETIRA yang sudah menyelenggarakan acara luar biasa ini,” ungkapnya, kepada sandiwartanews.com (15/11/2025).
Ia turut berharap festival seperti ini dapat menjadi agenda rutin.
“Semoga acara seperti ini bisa terselenggara setiap tahun,” tambahnya.
Di antara para penonton yang memadati halaman Museum Satria Mandala, hadir pula Ibu Ani (32 tahun), warga Jakarta Selatan yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku terkesan dan merasa ajang seperti ini sangat penting bagi generasi muda.
“Acara ini luar biasa. Saya berharap bisa diadakan setiap tahun agar anak-anak kita tumbuh dengan cinta terhadap budaya sendiri. Penting sekali untuk menanamkan rasa bangga dan mengenalkan warisan nenek moyang sejak dini,” tutur Ibu Ani.
Festival yang digelar di Jl. Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu menampilkan berbagai rangkaian seni bela diri tradisional mulai dari jurus-jurus klasik, seni pernapasan, hingga atraksi debus yang paling menyedot perhatian. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan membuktikan bahwa pencak silat masih memiliki ruang besar di hati publik.
Gelaran tahun ini menjadi momentum penting bagi PETIRA untuk memperkuat pelestarian budaya, sekaligus memastikan bahwa seni bela diri asli Indonesia tetap hidup, bangga, dan diteruskan lintas generasi.
Dengan harapan yang sama dari peserta hingga penonton, gema pesan terus terdengar:
Festival Pencak Silat Jabodetabek harus terus hidup sebagai panggung kebanggaan budaya Nusantara.





