Sandiwartanews.com – Kuningan — Nilai gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Cageur, Desa Walahar Cageur, Kecamatan Luragung. Melalui Forum Masyarakat Dusun Cageur, warga menggelar kegiatan gotong royong dan bakti sosial (baksos) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Maruyung, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang membersihkan lingkungan, tetapi juga momentum strategis bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Sejak pagi hari, puluhan warga terlihat bahu-membahu membersihkan area TPU. Rumput liar dipangkas, semak-semak dirapikan, dan akses jalan menuju pemakaman dibersihkan agar lebih layak dan aman dilalui. Aktivitas ini mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran Bupati Kuningan di tengah kegiatan tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Warga memanfaatkan momentum kebersamaan itu sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka dengan pemerintah daerah. Tidak sekadar seremonial, kehadiran kepala daerah di lapangan memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan nyata yang mereka hadapi sehari-hari.
Kegiatan gotong royong dan baksos ini diinisiasi oleh tokoh masyarakat setempat, Wa Roy. Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan kegiatan rutin warga Dusun Cageur yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.
Biasanya, kegiatan ini digelar menjelang bulan suci Ramadan sebagai bentuk persiapan lingkungan sekaligus upaya mempererat kebersamaan antarwarga.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan dua kali setahun, biasanya menjelang Ramadan. Selain membersihkan area makam, ini juga menjadi ajang silaturahmi agar kebersamaan dan kekompakan warga tetap terjaga,” ujar Wa Roy (8/2/2026).
Selain masyarakat setempat, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcab), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuningan Ir. I Putu Bagiasna, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Ir. Wahyu, serta perwakilan LSM dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan bahwa gotong royong tidak hanya menjadi urusan warga, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Wa Roy menyampaikan keluhan mendesak terkait kondisi jalan menuju TPU Buyut Maruyung serta jalan usaha tani di wilayah Dusun Cageur. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah kerap menyulitkan aktivitas warga, terutama petani, bahkan disebut telah memakan korban akibat kecelakaan.
“Saya sangat prihatin dengan keadaan kampung kita, terutama jalan ke sawah dan ke makam. Anggaran desa terbatas, sehingga kami memohon kepada Pak Bupati agar perbaikan jalan ini bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah,” ungkap Wa Roy di hadapan Bupati dan pejabat terkait.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar secara langsung merespons dengan memberikan instruksi kepada Kepala Dinas PUPR yang turut hadir di lokasi. Ia meminta agar kondisi jalan yang dikeluhkan warga segera dicatat dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada.
Bupati Dian menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap. Ia memaparkan bahwa pada tahun sebelumnya, Pemkab Kuningan telah memperbaiki sekitar 150 ruas jalan kabupaten. Sementara pada tahun 2026 ini, perbaikan ditargetkan pada 60 ruas jalan.
“Tahun kemarin kita perbaiki sekitar 150 ruas jalan, tahun ini 60 ruas. Semua dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran. Insyaallah saya menargetkan pada 2027 nanti jalan kabupaten di Kuningan sudah mulus semua,” tegasnya.
Selain infrastruktur, sektor pertanian juga menjadi perhatian utama dalam dialog tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan sawah di wilayah Dusun Cageur mencapai sekitar 55 hektare. Mengetahui hal itu, Bupati Dian langsung menginstruksikan Kepala Diskatan Pertanian untuk menambah alokasi bantuan benih padi bersertifikat bagi para petani setempat.
“Tadi Pak Wahyu menyiapkan benih untuk dua hektare. Tapi karena di sini ada sekitar 55 hektare sawah, saya minta alokasinya ditambah. Kasihan petani, beli bibit biasa saja berat, apalagi yang bersertifikat. Ini kita bantu agar hasil panennya meningkat, syukur-syukur bisa panen tiga sampai empat kali setahun,” ujar Bupati Dian yang disambut tepuk tangan warga.
Arahan tersebut disambut antusias oleh para petani. Bantuan benih padi bersertifikat dinilai sangat membantu, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian. Warga berharap dukungan tersebut dapat mendorong produktivitas hasil panen dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Di akhir sambutannya, Bupati Dian memberikan apresiasi kepada Wa Roy dan masyarakat Dusun Cageur yang dinilainya mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan positif. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Tidak akan ada daerah yang maju tanpa kerja sama. Saya titip agar kekompakan dan budaya gotong royong di Desa Walahar Cageur ini terus dipertahankan. Jangan mudah terprovokasi, dan semoga apa yang dilakukan di sini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” pungkasnya.
Kegiatan gotong royong dan bakti sosial di TPU Buyut Maruyung ini menjadi gambaran nyata kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Di sisi lain, kehadiran langsung Bupati Kuningan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendengar dan merespons aspirasi warga secara langsung, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif, berimbang, dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.



