Sandiwartanews.comGarut, 8 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus menghadirkan berbagai inovasi dalam mendukung pembinaan warga binaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Mandraguna untuk mengembangkan sistem pengelolaan limbah kulit berbasis ekonomi sirkular yang berorientasi pada kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kemitraan tersebut menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan limbah industri penyamakan kulit yang selama ini menjadi tantangan di Kabupaten Garut. Sebagai salah satu daerah penghasil produk kulit terbesar di Indonesia, Garut memiliki potensi ekonomi yang besar, namun juga memerlukan pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, limbah kulit dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak berkadar protein tinggi, sedangkan sisa hasil budidayanya (frass) diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas Garut.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan bahwa kolaborasi dengan PT Mandraguna merupakan bagian dari transformasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter warga binaan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Lapas harus mampu menjadi bagian dari solusi. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan sistem pengelolaan limbah yang mampu mengurangi dampak pencemaran, menciptakan nilai ekonomi, sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan. Ini merupakan wujud pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Lapas Garut menargetkan kapasitas pengolahan limbah kulit mencapai 10.000 liter per hari. Peningkatan kapasitas tersebut akan dilakukan secara bertahap seiring pengembangan infrastruktur, penerapan teknologi, serta perluasan kemitraan dengan berbagai pihak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Full Image Lapas Garut Gandeng PT Mandraguna Kembangkan Pengelolaan Limbah Kulit Berbasis Ekonomi Sirkular

Program ini diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang saling terintegrasi, mulai dari pengolahan limbah, budidaya maggot, produksi pupuk organik, hingga pemanfaatannya untuk mendukung sektor peternakan dan pertanian. Selain itu, warga binaan juga memperoleh keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah, budidaya maggot, dan kewirausahaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Sinergi antara Lapas Kelas IIA Garut dan PT Mandraguna menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus memperkuat program pemberdayaan. Model pengelolaan limbah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan diterapkan di berbagai lembaga pemasyarakatan maupun daerah lain di Indonesia.

Inovasi tersebut juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mewujudkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

(Humas Lapas Kelas IIA Garut)