Sandiwartanews.com – Kuningan – 7 Juli 2026, Ketidakhadiran jajaran Polsek dalam kegiatan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Fast Respon Indonesia Center (FRIC) di Kabupaten Kuningan, Sabtu (4/7/2026), menuai kritik keras dari internal organisasi tersebut. Sorotan paling tajam mengarah kepada Polsek Cigugur, yang merupakan wilayah hukum lokasi pelaksanaan kegiatan, namun tidak terlihat mengirimkan satu pun perwakilan.
Ironisnya, kegiatan tersebut justru dihadiri oleh berbagai unsur penting. Dari jajaran Polres Kuningan hadir Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., CPHR. yang mewakili Kapolres Kuningan Beserta Rombongan. Dari Mabes Polri hadir Kombes Pol. Mulkaifin, S.I.K. didampingi Kombes Pol. Khamdani, S.Sos. Bahkan Pemerintah Kabupaten Kuningan turut mengirimkan perwakilan melalui Wakil Bupati, serta dihadiri unsur Basarnas dan berbagai elemen masyarakat.
Padahal, menurut panitia, undangan resmi telah disampaikan kepada seluruh jajaran Polsek di wilayah Polres Kuningan. Namun hingga kegiatan berakhir, tidak tampak kehadiran maupun representasi dari jajaran Polsek, terutama Polsek Cigugur sebagai wilayah hukum tempat berlangsungnya acara.
Kondisi tersebut dinilai menciptakan ironi. Sebuah kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara justru tidak memperoleh representasi dari jajaran kepolisian tingkat sektor, sementara pejabat dari Mabes Polri rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Kuningan untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
OKK DPW FRIC Jawa Barat, M. Ismail, menyampaikan bahwa absennya jajaran Polsek tidak semestinya dipandang sebagai persoalan seremonial semata. Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan yang bertujuan mempererat kemitraan merupakan bagian dari komunikasi kelembagaan yang penting.
“FRIC selama ini dikenal sebagai salah satu mitra strategis Polri. Bahkan slogan organisasi kami adalah ‘Loyal kepada Korps Polri’. Ketika organisasi yang selama ini konsisten mendukung institusi Polri menyelenggarakan Gebyar Hari Bhayangkara, namun justru tidak mendapatkan perhatian dari jajaran Polsek, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan besar. Kami berharap ada evaluasi agar kemitraan yang selama ini dibangun tidak kehilangan makna,” ujar M. Ismail.
Senada dengan itu, Ketua FRIC DPC Kuningan, Trisno Magrib, menilai ketidakhadiran seluruh jajaran Polsek, khususnya Polsek Cigugur, merupakan keadaan yang patut menjadi bahan introspeksi.
“Ini bukan sekadar persoalan hadir atau tidak hadir. Yang dipertaruhkan adalah penghargaan terhadap semangat kolaborasi. Kami tidak sedang mencari penghormatan, tetapi mengharapkan adanya sinergi yang selama ini selalu kami junjung. Sangat disayangkan apabila di wilayah hukum tempat acara berlangsung pun tidak ada satu orang pun yang hadir mewakili institusi,” tegasnya.
Sementara itu, Humas DPW FRIC Jawa Barat, Suwardy, menyebut bahwa kehadiran pejabat Mabes Polri dan Wakapolres Kuningan menunjukkan adanya penghargaan terhadap semangat kemitraan yang dibangun FRIC.
“Pejabat dari Mabes Polri datang dari Jakarta ke Kuningan. Wakapolres Kuningan hadir mewakili Kapolres. Pemerintah Daerah juga memberikan perhatian melalui kehadiran Wakil Bupati. Karena itu, menjadi wajar apabila publik mempertanyakan mengapa justru tidak terlihat satu pun perwakilan dari jajaran Polsek, terutama Polsek Cigugur yang wilayah hukumnya menjadi lokasi kegiatan. Kritik ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian agar komunikasi dan sinergi ke depan semakin baik,” katanya.
FRIC menegaskan bahwa penyelenggaraan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 merupakan bentuk loyalitas, penghormatan, dan kecintaan organisasi terhadap institusi Polri. Karena itu, organisasi berharap momentum Hari Bhayangkara menjadi ruang memperkuat hubungan antara Polri dan seluruh mitra strategisnya, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan-kegiatan mendatang.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari jajaran Polsek terkait alasan ketidakhadiran dalam kegiatan tersebut.












