Sandiwatanews.com – Jakarta, 14 Juni 2026 – Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang mendukung program-program Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), namun tidak akan memberikan toleransi terhadap oknum anggota Polri yang bertindak tidak profesional dan tidak sesuai dengan prinsip Presisi.
Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menegaskan bahwa FRIC dibentuk untuk mendukung berbagai program strategis Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial yang objektif dan bertanggung jawab.
Dalam keterangannya pada Minggu (14/06/2026), H. Dian Surahman mengatakan:
“Fast Respon Indonesia Center hadir dengan semangat ‘Loyal kepada Korps Polri’. Loyalitas kami adalah kepada institusi Polri yang profesional, humanis, dan Presisi. Namun apabila terdapat oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran, mencederai kepercayaan masyarakat, atau bertindak tidak sesuai dengan aturan dan etika kepolisian, maka FRIC akan berdiri di garis terdepan untuk melaporkan dan mengawal prosesnya kepada para petinggi Polri,” tegas H. Dian Surahman.
Menurutnya, FRIC tidak hanya berperan sebagai organisasi yang mendukung program-program Polri, tetapi juga sebagai mitra kontrol sosial yang aktif memberikan masukan, informasi, dan laporan kepada jajaran pimpinan Polri hingga tingkat Mabes Polri.
“Kami mendukung setiap program mulia Kapolri yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga menjadi bagian dari upaya menangkal hoaks, meluruskan informasi yang keliru, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Namun dukungan tersebut tidak berarti membenarkan setiap tindakan oknum yang melanggar aturan,” ujarnya.
H. Dian Surahman menilai bahwa Polri saat ini terus melakukan pembenahan dan reformasi internal guna mewujudkan institusi yang semakin profesional, modern, dan terpercaya. Oleh karena itu, perilaku oknum yang tidak mencerminkan nilai-nilai Presisi harus menjadi perhatian bersama.
“Jangan sampai kerja keras institusi Polri dalam melakukan pembenahan rusak hanya karena ulah segelintir oknum. Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar Polri yang harus dijaga oleh seluruh anggota tanpa terkecuali,” katanya.
Saat ini, jaringan FRIC bersama lebih dari 700 media yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia terus melakukan publikasi dan penyampaian informasi terkait perkembangan Polri. Berbagai informasi tersebut juga menjadi bagian dari laporan yang disampaikan kepada para petinggi Polri, termasuk Kapolri.
Menutup keterangannya, H. Dian Surahman mengingatkan seluruh anggota FRIC agar menjalankan tugas kontrol sosial secara profesional, objektif, berintegritas, dan berkomitmen terhadap kepentingan masyarakat serta kemajuan institusi Polri.
“Saya menginstruksikan seluruh anggota FRIC di Indonesia agar melaksanakan tugas kontrol sosial dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen. Dukung Polri yang Presisi, namun jangan pernah takut menyampaikan kritik yang membangun terhadap oknum yang mencederai nama baik institusi. Loyalitas kita kepada Korps Polri harus diwujudkan dengan kejujuran, objektivitas, dan keberanian menyampaikan kebenaran,” pungkas H. Dian Surahman.












