Sandiwartanews.comSemarang, 6 Juli 2026 – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa reformasi pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Polri dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menjunjung tinggi integritas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rangkaian kegiatan strategis di Akademi Kepolisian (Akpol), meliputi Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akpol, serta peluncuran Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Dalam keterangannya, Wakapolri menjelaskan bahwa hasil evaluasi pendidikan semester pertama tahun 2026 akan menjadi pijakan dalam penyusunan sistem pendidikan Polri yang baru dan direncanakan mulai diterapkan pada tahun 2027.

Menurutnya, penyempurnaan kurikulum dilakukan agar selaras dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 serta arah reformasi kelembagaan kepolisian. Kurikulum tersebut akan lebih menekankan nilai-nilai hak asasi manusia, peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi tantangan era digital.

Reformasi pendidikan itu mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan pembentukan hingga pendidikan pengembangan, baik tingkat pertama, menengah, maupun tinggi. Pembaruan kurikulum juga akan diterapkan pada berbagai program pendidikan pembentukan, termasuk Bintara Polri, SPKT, Brimob, Polair, dan Intelijen.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri meresmikan Kelas Tematik Akpol sebagai inovasi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat pemahaman taruna terhadap berbagai fungsi utama kepolisian. Ke depan, konsep tersebut akan dikembangkan di seluruh Polda dengan menampilkan karakteristik daerah, kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi big data sebagai bagian dari metode pembelajaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Full Image Wakapolri Tegaskan Reformasi Pendidikan Polri untuk Mewujudkan SDM Unggul dan Berintegritas

Ia menambahkan, para taruna dipersiapkan menjadi pemimpin lapangan sekaligus calon pemimpin Polri di masa depan. Karena mayoritas berasal dari generasi Z dan generasi Alpha, sistem pendidikan harus mampu mengintegrasikan digitalisasi, analisis berbasis data, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta kemampuan berpikir strategis secara menyeluruh.

Selain itu, Wakapolri juga meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran modern berbasis riset. Fasilitas tersebut memanfaatkan teknologi digital, big data, dan AI untuk mendukung analisis sosial serta pengambilan keputusan yang memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan konsep evidence-based policing, sehingga setiap kebijakan maupun langkah kepolisian didukung oleh data dan hasil kajian yang objektif.

Transformasi pendidikan Polri juga akan menyentuh jenjang pendidikan kepemimpinan. Melalui Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah mempersiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital guna meningkatkan kapasitas para pejabat menengah dan pimpinan dalam mengambil keputusan yang cepat, tepat, efektif, efisien, dan berbasis data.

Menutup keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembaruan sistem pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun SDM yang unggul melalui reformasi pendidikan, penguatan budaya organisasi, serta peningkatan kompetensi personel, sehingga institusi mampu menjawab harapan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan global, regional, dan nasional secara optimal.