Sandiwartanews.com Tangerang — Wakapolresta Tangerang, Christian Aer, melakukan peninjauan langsung ke Pos Pengamanan (Pospam) Batavia yang berlokasi di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Maung 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan personel maupun kelengkapan sarana dan prasarana yang tersedia di pos pengamanan. Berdasarkan pantauan di lokasi, Wakapolresta tiba sekitar pukul 10.45 WIB dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap barisan personel yang tengah bertugas. Selain itu, ia juga mengecek satu per satu perlengkapan operasional yang digunakan dalam mendukung pengamanan.

Peninjauan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kesiapan di lapangan. Dalam konteks pengamanan arus mudik, Pospam memiliki peran strategis sebagai titik pelayanan sekaligus pengawasan terhadap mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan secara menyeluruh menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Dalam arahannya kepada personel, Christian Aer menekankan pentingnya menjaga sikap tampang sebagai bagian dari profesionalitas anggota kepolisian. Ia mengingatkan bahwa penampilan merupakan cerminan institusi di mata masyarakat, sehingga harus selalu dijaga dengan baik.

“Perhatikan sikap tampang personel, meliputi kerapihan rambut dan jenggot. Kita harus tampil prima di depan masyarakat,” ujarnya (19/3/2026) di hadapan anggota.

Penegasan tersebut menggarisbawahi bahwa pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh tindakan, tetapi juga oleh kesan awal yang ditangkap masyarakat saat berinteraksi dengan petugas. Dalam situasi arus mudik yang cenderung padat dan rentan terhadap kelelahan, kehadiran petugas yang rapi dan sigap dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus kepercayaan bagi para pemudik.

Selain aspek penampilan, kebersihan lingkungan pos pengamanan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Christian menilai bahwa kondisi pos yang bersih dan tertata akan mendukung kenyamanan, baik bagi petugas yang berjaga dalam waktu lama maupun masyarakat yang singgah untuk beristirahat.

Pospam, dalam praktiknya, tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai tempat pelayanan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan, informasi, maupun sekadar beristirahat sejenak. Oleh sebab itu, kondisi fisik pos harus mampu mencerminkan kesiapan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam aspek teknis pengamanan, Wakapolresta juga menyoroti pentingnya kesiapan perlengkapan operasional. Ia menginstruksikan agar seluruh peralatan, seperti lampu apil, rompi anti peluru, serta rompi pengatur lalu lintas, selalu berada dalam kondisi siap digunakan.

Instruksi tersebut berkaitan erat dengan dinamika di lapangan, khususnya pada malam hari ketika visibilitas menurun dan potensi gangguan keamanan meningkat. Perlengkapan yang memadai dan berfungsi optimal menjadi faktor penunjang utama dalam menjaga keselamatan petugas maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Christian juga mengingatkan agar personel tidak hanya berfokus pada penjagaan statis di dalam pos. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan patroli rutin di sekitar wilayah Pospam guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Laksanakan patroli rutin di sekitar wilayah Pospam guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Pastikan semua perlengkapan, terutama untuk pengaturan lalu lintas di malam hari, tersedia dan berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Arahan tersebut menunjukkan pendekatan pengamanan yang bersifat proaktif, di mana potensi gangguan diantisipasi sejak dini melalui kehadiran petugas di lapangan. Dengan demikian, Pospam tidak hanya menjadi titik respons, tetapi juga berperan dalam pencegahan.

Di sisi lain, pendekatan humanis juga menjadi penekanan dalam pelaksanaan tugas. Wakapolresta mengingatkan bahwa setiap interaksi dengan masyarakat harus dilandasi sikap ramah dan empati, terutama terhadap para pemudik yang tengah menempuh perjalanan panjang.

Ia berharap Pospam Batavia dapat menjadi tempat yang nyaman dan bersahabat bagi masyarakat. Pelayanan yang humanis dinilai mampu menciptakan suasana yang kondusif serta mengurangi potensi ketegangan di tengah padatnya arus mudik.

“Laksanakan penerimaan secara humanis kepada para pemudik yang beristirahat. Berikan pelayanan terbaik selama perjalanan mudik mereka,” tambahnya.

Penekanan pada pelayanan humanis sejalan dengan upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik. Dalam konteks pengamanan arus mudik, interaksi langsung antara petugas dan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan.

Selain itu, aspek akuntabilitas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Seluruh kegiatan di lapangan diwajibkan untuk didokumentasikan secara digital melalui aplikasi Sistem Operasional Terpadu (SOT), Dokumentasi ini berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi terhadap kinerja personel.

Dengan adanya pelaporan digital, setiap aktivitas pengamanan dapat terpantau secara sistematis dan transparan. Hal ini juga memungkinkan adanya koordinasi yang lebih efektif antar satuan, terutama dalam menghadapi dinamika arus mudik yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Peninjauan yang dilakukan oleh Wakapolresta Tangerang ini mencerminkan komitmen institusi dalam memastikan kesiapan maksimal selama Operasi Ketupat Maung 2026. Melalui kombinasi antara kesiapan personel, kelengkapan sarana, pendekatan humanis, serta dukungan teknologi, diharapkan pengamanan arus mudik dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya, kehadiran Pospam menjadi salah satu elemen penting dalam memberikan rasa aman. Oleh karena itu, penguatan di berbagai aspek, sebagaimana ditekankan dalam peninjauan ini, menjadi langkah strategis dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

Dengan pengawasan langsung dari pimpinan serta kesiapan yang terus ditingkatkan, Pospam Batavia diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara optimal, baik sebagai pusat pengamanan maupun sebagai titik pelayanan bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan.