Sandiwartanews.com – BANDUNG – Komitmen mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang inklusif dan berorientasi pada kesetaraan terus diperkuat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat. Bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar menggelar kegiatan sosial sekaligus edukasi keselamatan berkendara bertajuk Riding With Dad, Minggu (8/11/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan yang melibatkan komunitas Teman Tuli tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keselamatan berkendara agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas pendengaran.

Dalam kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Jabar menyerahkan secara simbolis sebanyak 40 unit helm khusus bagi pengendara penyandang disabilitas pendengaran atau yang dikenal sebagai Helm Tuli.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pemberian helm khusus tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah konkret dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan penyandang disabilitas ketika berkendara.

“Penyerahan helm khusus ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap penyandang disabilitas pendengaran. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan perlindungan, meningkatkan kenyamanan, serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi Teman Tuli saat beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Sementara itu, Dir Lantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Riding With Dad tidak sebatas penyaluran bantuan perlengkapan keselamatan. Agenda tersebut juga diisi dengan sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang ramah terhadap penyandang disabilitas.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi keselamatan harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas pendengaran,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Ditlantas Polda Jabar menekankan tiga prinsip utama keselamatan berkendara, yakni Siap Diri, Siap Kendaraan, dan Selalu Senyum.

Prinsip Siap Diri menekankan pentingnya memastikan kondisi fisik dan mental sebelum berkendara. Siap Kendaraan berarti memastikan seluruh komponen kendaraan berada dalam kondisi layak jalan. Sementara Selalu Senyum mengandung pesan agar setiap pengendara membangun budaya berlalu lintas yang sabar, santun, humanis, serta saling menghormati sesama pengguna jalan.

Raydian menambahkan bahwa pendekatan edukasi yang inklusif diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami ingin memastikan bahwa pesan keselamatan berlalu lintas dapat dipahami dan diterapkan oleh semua kalangan. Melalui prinsip Siap Diri, Siap Kendaraan, dan Selalu Senyum, mari kita bangun budaya berkendara yang tertib, aman, dan saling menghargai,” pungkasnya.

Kolaborasi antara Ditlantas Polda Jabar dan Gerkatin Jawa Barat ini sekaligus mempertegas bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Melalui pembagian helm khusus dan edukasi yang mengedepankan pendekatan inklusif, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan penyandang disabilitas pendengaran sekaligus mendorong terciptanya ruang publik yang lebih ramah dan setara.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Jawa Barat, dengan menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama.