Sandiwartanews.com – Jakarta — Kabar kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal Polisi mulai mencuat ke publik meski belum diumumkan secara resmi oleh Markas Besar Polri. Informasi tersebut pertama kali disampaikan melalui unggahan resmi jajaran Bidang Humas Polda Metro Jaya pada Rabu malam (13/5/2026).
Dalam unggahan akun media sosial resminya, Bidhumas Polda Metro Jaya menyampaikan ucapan selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Asep Edi Suheri, Ucapan tersebut menjadi perhatian publik karena menandakan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu kini menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Komjen Pol.
“Kabid Humas Polda Metro Jaya beserta staf dan jajaran Bid Humas mengucapkan selamat dan sukses kepada Komjen Pol Asep Edi Suheri atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi,” demikian isi unggahan tersebut (13/5/2026).
Asep Edi Suheri resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025, Penunjukan itu menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam pengamanan wilayah ibu kota dan kawasan penyangga yang memiliki dinamika keamanan tinggi.
Pada awal kepemimpinannya, Asep langsung menghadapi ujian besar. Seorang anggota Brimob Polda Metro Jaya terlibat insiden yang menyebabkan pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan dinas. Peristiwa tersebut memicu gelombang kritik dan aksi massa pada akhir Agustus tahun lalu.
Situasi saat itu menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut profesionalisme aparat serta penanganan kasus yang sensitif di tengah tingginya sorotan publik terhadap institusi kepolisian. Namun di tengah tekanan tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo tetap memberikan kepercayaan kepada Asep untuk memimpin Polda Metro Jaya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi keamanan di Jakarta dan sekitarnya dinilai tetap terkendali. Melalui pendekatan pengamanan yang mengusung jargon “Jaga Jakarta”, Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Asep disebut mampu menjaga stabilitas wilayah, terutama dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas di kawasan metropolitan.
Dalam perjalanan kariernya, Asep dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya sejak menjadi perwira menengah Polri. Pada 2011, ia dipercaya menjabat Kapolres Cirebon Kota, kemudian menjadi Kapolres Sukabumi pada tahun berikutnya.
Kariernya terus berkembang ketika pada 2015 ia dipercaya menjadi Wakapolres Metro Bekasi Kota. Setahun kemudian, Asep menduduki posisi Kapolres Metro Tangerang Kota, sebuah jabatan yang memperkuat pengalamannya dalam menangani wilayah urban dengan kompleksitas tinggi.
Pengalaman di tingkat nasional mulai diperolehnya ketika ditunjuk sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 2020. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya memimpin Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Bareskrim Polri.
Karier Asep semakin menanjak setelah dipercaya menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2021. Penugasan itu menempatkannya di garis depan penanganan kejahatan siber yang terus berkembang di Indonesia.
Tidak lama berselang, ia kembali mendapat promosi sebagai Wakil Kepala Bareskrim Polri mulai Oktober 2022. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis di tubuh Polri karena berkaitan langsung dengan pengawasan dan pengendalian penanganan perkara kriminal tingkat nasional.
Atas rekam jejak dan pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade di institusi kepolisian, Asep kemudian dipercaya menjabat Kapolda Metro Jaya hingga saat ini. Dengan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi, namanya kini masuk dalam jajaran elite perwira tinggi Polri.
Berdasarkan data yang dikutip dari Wikipedia, Asep Edi Suheri lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 dan hingga kini masih aktif berdinas di Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya dalam bidang reserse.
Meski informasi kenaikan pangkat tersebut telah ramai diperbincangkan dan diumumkan melalui kanal internal Polda Metro Jaya, hingga kini Mabes Polri belum menyampaikan keterangan resmi terkait keputusan tersebut. Namun demikian, ucapan selamat dari jajaran internal kepolisian menjadi sinyal kuat bahwa kenaikan pangkat itu telah berjalan di lingkungan institusi Polri.











