Sandiwartanews.com – Depok — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kembali melanjutkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya yang telah memasuki hari ketiga. Operasi ini digelar sebagai upaya terpadu untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan potensi terjadinya kecelakaan di wilayah hukum Kota Depok.
Pada hari ketiga pelaksanaan operasi, Satlantas menitikberatkan kegiatan pada pendekatan preemtif dan preventif, yang dipadukan dengan penegakan hukum secara terukur. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat sejak dini, tanpa mengesampingkan tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan, Satlantas mencatat sebanyak 19 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Teguran tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan awal agar pengendara memahami kesalahan yang dilakukan dan tidak mengulanginya kembali. Langkah ini sejalan dengan tujuan Operasi Keselamatan Jaya yang lebih mengedepankan edukasi dibandingkan penindakan semata.
Selain teguran, petugas juga aktif melakukan 55 kegiatan sosialisasi dan imbauan kepada para pengguna jalan. Sosialisasi dilakukan secara langsung di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, dengan menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta kewajiban melengkapi diri dan kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai kalangan pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, hingga pengguna jalan lainnya. Petugas memberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, dari sisi penegakan hukum berbasis teknologi, Satlantas mencatat adanya 1 pelanggaran yang ditindak melalui tilang ETLE statis, serta 13 pelanggaran melalui tilang ETLE manual. Penindakan tersebut dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan Operasi Keselamatan Jaya hari ketiga ini dipimpin langsung oleh Kanit Turjagwali Satlantas, AKP Elni Fitri. Dalam keterangannya, AKP Elni Fitri menjelaskan bahwa meskipun pendekatan humanis tetap diutamakan, penegakan hukum akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menciptakan disiplin berlalu lintas.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, pelanggaran lalu lintas yang masih mendominasi di antaranya pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm, serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sesuai ketentuan,” ujar AKP Elni Fitri (o4/02/2026).
Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran tersebut tergolong serius karena memiliki dampak langsung terhadap keselamatan. Melawan arus lalu lintas, misalnya, kerap menjadi penyebab kecelakaan yang membahayakan tidak hanya pelanggar, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Sementara itu, tidak menggunakan helm dapat memperbesar risiko fatalitas apabila terjadi kecelakaan.
AKP Elni Fitri menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Jaya bukan bertujuan semata-mata meningkatkan jumlah penindakan, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas menjadi kebutuhan dan budaya, bukan karena takut sanksi.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa mematuhi aturan lalu lintas adalah untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masih ditemukannya berbagai pelanggaran menunjukkan perlunya edukasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Satlantas akan terus mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan, khususnya di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, selama Operasi Keselamatan Jaya berlangsung.
Di sisi lain, Satlantas juga mencatat adanya pengendara yang telah menunjukkan sikap tertib dan kooperatif selama operasi digelar. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal positif bahwa kesadaran berlalu lintas di tengah masyarakat mulai tumbuh, meskipun masih membutuhkan penguatan secara konsisten.
Satlantas berharap, melalui kombinasi pendekatan edukatif dan penegakan hukum yang adil, angka pelanggaran lalu lintas dapat ditekan secara signifikan. Penurunan pelanggaran diharapkan berbanding lurus dengan berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.
Operasi Keselamatan Jaya juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengevaluasi perilaku berkendara sehari-hari. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta etika berkendara yang baik merupakan faktor utama dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman.
Satlantas Depok kembali mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar, serta mengutamakan keselamatan daripada kecepatan atau kepentingan pribadi.
Dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, Satlantas optimistis Operasi Keselamatan Jaya dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.




