Sandiwartanews.comDenpasar — Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Bali dan sejumlah pejabat kewilayahan di Gedung Presisi Mapolda Bali, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran struktur kepemimpinan serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Bali.

Dalam upacara tersebut, jabatan Wakapolda Bali secara resmi diserahterimakan dari Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H. kepada Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K. Pergantian posisi strategis ini menandai kelanjutan kepemimpinan di jajaran Polda Bali dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang.

Selain sertijab Wakapolda, turut dilaksanakan serah terima jabatan Kapolresta Denpasar dari Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H. kepada Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H. Pada kesempatan yang sama, Kapolda Bali juga melantik AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Kapolres Klungkung.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, diikuti oleh pejabat utama Polda Bali, para Kapolres jajaran, serta perwakilan personel Polri. Prosesi sertijab ini tidak hanya menjadi simbol pergantian jabatan, tetapi juga wujud kesinambungan tanggung jawab dan amanah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali.

Setelah upacara sertijab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara pisah sambut. Tradisi ini merupakan bagian dari kultur organisasi Polri yang sarat makna, sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, sekaligus sarana penyambutan bagi pejabat baru yang akan mengemban tugas di lingkungan Polda Bali.

Dalam sambutannya, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat lama atas kinerja dan kontribusi yang telah ditorehkan selama menjabat. Ia menilai pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kapolda Bali juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat baru yang telah dipercaya menempati posisi strategis di lingkungan Polda Bali. Menurutnya, penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pimpinan Polri kepada personel yang dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas untuk menjalankan tugas di wilayah Bali.

“Selaku Kapolda Bali, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru. Saudara-saudara merupakan orang-orang terpilih dan terbaik untuk Bali saat ini,” ujar Irjen Pol. Daniel (05/02/2026).

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari kebijakan pimpinan Polri dalam rangka pembinaan karier personel. Selain itu, mutasi juga bertujuan untuk memberikan penyegaran organisasi serta memperkuat kualitas kepemimpinan di tubuh Polri, khususnya di wilayah Polda Bali.

Ia menegaskan bahwa mutasi jabatan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pergantian posisi struktural semata, melainkan sebagai bentuk amanah dan kepercayaan yang mengandung tanggung jawab besar. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut untuk menunjukkan integritas, loyalitas, serta komitmen pengabdian yang tinggi dalam menjalankan tugas.

“Secara filosofis, mutasi jabatan merupakan kepercayaan dan amanah yang membutuhkan tanggung jawab, integritas, serta komitmen pengabdian yang lebih tinggi,” tegas Kapolda Bali.

Kapolda Bali juga menekankan kepada para pejabat baru agar segera melakukan adaptasi dan pemetaan awal terhadap wilayah tugas masing-masing. Ia meminta para pejabat untuk mengidentifikasi secara cermat situasi keamanan, potensi kerawanan, serta berbagai permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Kapolda, langkah awal tersebut penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan strategi ke depan, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Ia juga mendorong agar program-program yang telah berjalan dengan baik dapat dilanjutkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Segera identifikasi situasi dan permasalahan yang ada untuk menentukan langkah ke depannya. Lanjutkan dan sempurnakan program-program yang telah berjalan dengan baik,” pesan Irjen Pol. Daniel.

Selain aspek operasional, Kapolda Bali menaruh perhatian besar pada kepemimpinan yang mampu memberikan motivasi kepada seluruh personel. Ia menilai bahwa kualitas kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap kinerja anggota dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa Polri harus senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut untuk membangun komunikasi yang baik, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang humanis dan berkeadilan.

Pergantian pejabat di lingkungan Polda Bali ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian. Dengan kepemimpinan yang baru, jajaran Polda Bali diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di daerah yang memiliki karakteristik sosial dan budaya yang beragam.

Bali sebagai salah satu destinasi wisata nasional dan internasional membutuhkan situasi keamanan yang kondusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran kepolisian menjadi sangat strategis dalam menjaga citra daerah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui sertijab dan pisah sambut ini, Polda Bali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pelayanan publik. Langkah tersebut sejalan dengan visi Polri dalam mewujudkan institusi yang presisi, profesional, dan dipercaya oleh masyarakat.

Pergantian jabatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal agar seluruh jajaran Polda Bali tetap solid, responsif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai dinamika tugas ke depan, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan di Pulau Dewata.