Sandiwartanews.com – Manokwari Utara — Upaya percepatan pembangunan infrastruktur desa kembali mendapat dorongan signifikan dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 1801/Manokwari. Kegiatan yang berpusat di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari ini terus menunjukkan progres, seiring dengan datangnya tambahan material yang sangat dinantikan oleh satuan tugas (Satgas) TMMD dan masyarakat setempat.
Pada Minggu, 3 Mei 2026, suplai material kembali tiba di lokasi kegiatan. Kehadiran bahan bangunan tersebut menjadi energi baru bagi personel TNI dan warga yang sejak awal terlibat aktif dalam proses pembangunan. Material yang datang langsung dimanfaatkan untuk melanjutkan pekerjaan fisik yang sebelumnya sempat berjalan terbatas akibat keterbatasan pasokan.
begitu material tiba, aktivitas pembangunan langsung meningkat. Sejumlah anggota Satgas TMMD bersama masyarakat terlihat bahu-membahu mengangkut, menyiapkan, hingga memasang material pada titik-titik pekerjaan yang telah direncanakan. Semangat gotong royong tampak menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Kapten Infanteri Pius Huik, menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan program TMMD. Menurutnya, keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan itu sendiri.
“Dengan dukungan dan semangat kebersamaan, kami optimis pembangunan infrastruktur, khususnya siring jalan, dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kapten Pius (3/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan siring jalan menjadi salah satu fokus utama dalam TMMD kali ini. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk menunjang aksesibilitas warga, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang kerap memicu genangan air dan kerusakan jalan.
Dengan adanya siring yang memadai, diharapkan aliran air dapat tertata dengan baik sehingga jalan tetap dapat digunakan secara optimal.
Selain pembangunan fisik, program TMMD juga mencakup kegiatan non-fisik yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh warga.
Sejumlah warga Kampung Tanah Rubuh mengaku sangat terbantu dengan adanya program TMMD. Mereka menilai kehadiran TNI tidak hanya membawa perubahan secara fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan yang semakin kuat di tengah masyarakat.
“Kalau kerja sendiri mungkin lama, tapi dengan adanya bapak-bapak TNI, pekerjaan jadi lebih cepat. Kami juga jadi lebih semangat,” ujar salah satu warga markus yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Namun demikian, percepatan pembangunan tidak lepas dari sejumlah tantangan di lapangan. Faktor geografis, kondisi cuaca, serta keterbatasan akses distribusi material menjadi kendala yang harus dihadapi oleh Satgas TMMD. Keterlambatan pasokan material sebelumnya sempat mempengaruhi ritme pekerjaan, meskipun tidak sampai menghentikan aktivitas secara keseluruhan.
Kedatangan material tambahan pada awal Mei ini menjadi titik penting untuk kembali menstabilkan progres pembangunan. Dengan ketersediaan bahan yang lebih memadai, Satgas kini dapat mengoptimalkan waktu yang tersisa untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
Kapten Pius menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan, tidak hanya sekadar mengejar penyelesaian dalam waktu cepat.
“Kami tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas. Apa yang dibangun harus benar-benar bermanfaat dan bertahan lama,” tegasnya.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan dinilai menjadi nilai tambah tersendiri. Selain mempercepat pekerjaan, partisipasi warga juga mencerminkan keberhasilan pendekatan sosial yang menjadi salah satu tujuan utama TMMD.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam hal infrastruktur dan pelayanan dasar. Melalui program ini, diharapkan kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat ditekan secara bertahap.
Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat melanjutkan dan merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan melalui TMMD. Keberlanjutan menjadi kunci agar manfaat yang dihasilkan tidak bersifat sementara, melainkan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada, Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari terus menggenjot pekerjaan di lapangan. Dukungan material yang kini kembali lancar menjadi peluang besar untuk memastikan seluruh target dapat tercapai sesuai rencana.
Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat yang terbangun selama pelaksanaan TMMD menjadi cerminan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun solidaritas dan kepercayaan. Di Kampung Tanah Rubuh, nilai-nilai tersebut tampak nyata, menjadi fondasi penting bagi kemajuan desa ke depan.
Jika ritme kerja yang ada saat ini dapat dipertahankan, bukan tidak mungkin seluruh sasaran pembangunan akan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, keberhasilan TMMD di wilayah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan program serupa di daerah lain.
Pada akhirnya, TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan upaya kolektif untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan, kolaborasi yang kuat terbukti mampu menjadi solusi, membawa harapan baru bagi warga Kampung Tanah Rubuh menuju kehidupan yang lebih baik.











