Sandiwartanews.com – Tangerang – Warga Kampung Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kontrakannya pada Rabu (8/4/2026) sore. Peristiwa ini memicu perhatian warga sekitar sekaligus menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui bernama Opan Pahlevi (31), seorang karyawan swasta yang selama ini tinggal seorang diri di kontrakan nomor 8 di kawasan tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah beberapa hari tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga maupun rekan kerjanya.
Menurut informasi yang dihimpun, kekhawatiran pertama kali muncul ketika korban tidak masuk kerja sejak awal April 2026 tanpa pemberitahuan. Upaya menghubungi korban melalui telepon juga tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut membuat rekan kerja merasa curiga dan berinisiatif mendatangi tempat tinggal korban.
Setibanya di lokasi, rekan kerja mendapati pintu kontrakan dalam keadaan tertutup rapat dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil. Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga korban dan pemilik kontrakan. Setelah dilakukan kesepakatan bersama, pintu akhirnya dibuka secara paksa.
Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam kamar. Kondisi tubuh korban saat itu sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Penemuan tersebut sontak mengejutkan pihak keluarga dan warga sekitar yang turut menyaksikan.
Laporan kejadian kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian. Jajaran Polsek Panongan yang menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan penanganan awal. Aparat segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencegah gangguan terhadap proses penyelidikan.
Kapolsek Panongan, IPTU Irruandy Aritonang, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah-langkah prosedural, termasuk olah TKP dan koordinasi dengan tim identifikasi.
“Kami segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Langkah awal yang dilakukan adalah pengamanan TKP dan pemeriksaan awal bersama tim identifikasi,” ujar IPTU Irruandy Aritonang.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan di sekitar lokasi kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menarik kesimpulan akhir terkait penyebab kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, mengingat korban diketahui sudah beberapa hari tidak beraktivitas dan tidak terlihat keluar dari kontrakannya.
“Secara kasat mata tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU Tobat Balaraja untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih mendalam. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian, apakah murni karena sakit atau terdapat faktor lain yang belum terdeteksi.
Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Di antaranya adalah anggota keluarga, pemilik kontrakan, serta rekan kerja korban yang pertama kali mencurigai kondisi tersebut.
Keterangan para saksi dinilai penting untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh, termasuk aktivitas terakhir korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Polisi juga menelusuri riwayat kesehatan korban sebagai bagian dari penyelidikan.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri. Minimnya interaksi sosial dapat menyebabkan keterlambatan penanganan apabila seseorang mengalami kondisi darurat.
Warga sekitar mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Selama ini, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hal itu membuat keberadaannya tidak terlalu diperhatikan dalam beberapa hari terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif. Garis polisi yang sempat dipasang di area kontrakan telah dibuka setelah proses olah TKP selesai dilakukan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan akan terus berjalan hingga penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah dan akurat. Transparansi dalam penanganan kasus ini juga menjadi komitmen aparat guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.
Kasus ini menambah daftar peristiwa serupa yang terjadi di wilayah permukiman padat penduduk, di mana korban ditemukan meninggal dunia setelah beberapa hari tidak terpantau. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam menjaga komunikasi sosial dinilai menjadi salah satu langkah preventif.
Dengan masih berlangsungnya proses penyelidikan, publik diimbau untuk menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban. Aparat juga menegaskan akan menyampaikan perkembangan terbaru secara terbuka sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bersama bahwa deteksi dini terhadap kondisi seseorang di lingkungan sekitar dapat menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.






