Sandiwartanews.comBANDUNG – Menjelang pertandingan Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026), Polda Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pengamanan tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta komunikasi dengan kelompok suporter.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan sejumlah langkah antisipasi akan dilakukan, termasuk penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Barat dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Penyekatan di antaranya akan dilakukan oleh Polres Karawang dan Polres Bogor. Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi mobilisasi suporter Persib maupun Persija menuju Jakarta.

Selain di jalur perbatasan, kepolisian juga berkoordinasi dengan pengurus Bobotoh dan Jakmania untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik keberangkatan. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain stasiun, terminal bus di wilayah Bandung, serta tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya suporter.

Menurut Kombes Hendra, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah keberangkatan suporter secara berkelompok menuju Stadion GBK, sekaligus menjaga keamanan masyarakat di sepanjang perjalanan.

Kedepankan Dialog dan Pesan Menyejukkan

Polda Jabar juga memberikan perhatian terhadap perjalanan rombongan pemain Persib Bandung menuju Jakarta. Pengawalan akan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi bersama Polda Metro Jaya.

“Antisipasi/monitor keberangkatan pemain Persib Bandung ke Jakarta dengan lakukan pengawalan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Hendra, Jumat (11/9/2026).

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap laga Persija kontra Persib, kepolisian mengedepankan komunikasi sebagai bagian penting dalam menjaga suasana tetap sejuk.

Pengurus Bobotoh dan Jakmania akan dilibatkan dalam pertemuan untuk menyampaikan pesan-pesan yang menenangkan serta mengajak seluruh pendukung mengutamakan persaudaraan dan sportivitas.

“Laksanakan pertemuan dengan pengurus Bobotoh dan Jakmania dengan memberikan statement yang menyejukkan semua pihak,” kata Kombes Hendra.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah potensi gesekan sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak seharusnya berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Nobar Jadi Ruang Kebersamaan

Sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak menyaksikan pertandingan secara langsung di GBK, Polda Jabar juga mendorong pelaksanaan nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah Jawa Barat.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama unsur Muspida di masing-masing daerah. Selain menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, kegiatan Nobar juga akan dikemas menarik dengan menyediakan berbagai hadiah atau doorprize.

“Laksanakan nobar bersama Muspida dengan memberikan hadiah-hadiah doorprize di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Meski pertandingan disaksikan melalui kegiatan Nobar di daerah masing-masing, aspek keamanan tetap menjadi perhatian. Personel akan melakukan pemantauan sebelum, selama, dan setelah pertandingan, khususnya di lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dan pendukung sepak bola.

Cegah Mobilisasi Massa

Polda Jabar memberikan perhatian khusus terhadap potensi mobilisasi suporter, termasuk Viking atau pendukung Persib dan Jakmania sebagai pendukung Persija, khususnya di wilayah Karawang dan Bogor.

Penebalan personel dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan sebagai langkah antisipasi terhadap pergerakan massa menuju Jakarta.

“Antisipasi mobilisasi suporter Viking (Persib) dan Jakmania (Persija) di wilayah Karawang dan Bogor menuju ke Gelora Bung Karno dengan lakukan penebalan personel di wilayah perbatasan,” tutur Kombes Hendra.

Seluruh langkah tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk membatasi kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan antusiasme dan rivalitas tetap berada dalam koridor sportivitas, persaudaraan, dan ketertiban.

Polda Jabar mengajak seluruh suporter, masyarakat, serta elemen sepak bola untuk bersama-sama menjaga Jawa Barat tetap aman dan kondusif.

Rivalitas cukup di lapangan. Persaudaraan dan keamanan masyarakat tetap menjadi kepentingan bersama.