Sandiwartanews.com – Jakarta Barat — Upaya menjamin rasa aman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Paskah 2026 terus diperkuat melalui langkah-langkah preventif. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Polsek Kebon Jeruk yang bersama unsur pembinaan masyarakat (Binmas) Kelurahan Kedoya Utara menggelar assessment kesiapan pengamanan di Gereja Santo Andreas, Perumahan Green Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, pada Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto, S.E., didampingi Wakapolsek Kompol Subartoyo, S.H., M.H. Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah personel kepolisian, termasuk Bhabinkamtibmas Kedoya Utara Aiptu Turyono yang berperan aktif dalam pendampingan di lapangan.
Assessment ini menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian dalam memastikan seluruh aspek pengamanan telah dipersiapkan secara optimal menjelang pelaksanaan rangkaian ibadah Paskah. Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak gereja, termasuk Pastor Made Putra Yasa serta jajaran pengurus.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dialog yang terbangun tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas elemen demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kapolsek Kebon Jeruk menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin kebebasan beribadah. Ia menyebutkan bahwa pengamanan tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus mengedepankan pencegahan sejak dini melalui identifikasi potensi kerawanan.
“Assessment ini kami lakukan sebagai langkah antisipatif. Tujuannya agar seluruh potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang, khidmat, dan penuh rasa damai,” ujarnya (1/4/2026).
Dalam proses assessment, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai aspek vital. Mulai dari akses keluar-masuk jemaat, sistem pengawasan melalui kamera CCTV, hingga ketersediaan alat deteksi seperti metal detector. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh sistem keamanan berjalan sesuai standar.
Selain itu, kesiapan personel pengamanan internal gereja juga menjadi perhatian utama. Aparat memastikan bahwa petugas keamanan yang disiapkan oleh pihak gereja memahami tugas dan tanggung jawabnya, termasuk dalam menghadapi situasi darurat.
Tidak kalah penting, fasilitas pendukung turut diperiksa secara detail. Ruang kesehatan, alat pemadam api ringan (APAR), genset sebagai sumber listrik cadangan, serta perangkat komunikasi menjadi bagian dari objek pengecekan. Semua fasilitas tersebut dinilai krusial dalam mendukung kelancaran dan keamanan jalannya ibadah.
Pengaturan area parkir juga menjadi fokus dalam assessment. Hal ini mengingat potensi kepadatan kendaraan saat pelaksanaan ibadah Paskah. Penataan parkir yang baik dinilai dapat mencegah kemacetan sekaligus mempermudah akses evakuasi jika diperlukan.
Kapolsek menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian semata. Peran aktif masyarakat, termasuk warga sekitar dan pengurus gereja, menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana kondusif,” katanya.
Dalam konteks ini, keterlibatan warga sekitar dinilai strategis. Dukungan lingkungan yang peduli terhadap keamanan akan memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan. Oleh karena itu, pihak kepolisian juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Sementara itu, pihak gereja menyambut baik langkah yang dilakukan oleh kepolisian. Koordinasi yang terjalin dinilai memberikan rasa tenang bagi pengurus dan jemaat dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah.
Pengurus gereja menyatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam melakukan assessment tidak hanya membantu dari sisi teknis, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dalam menjaga keamanan.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan pendekatan humanis yang dikedepankan oleh kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman.
Langkah preventif seperti ini dinilai penting, terutama dalam momentum keagamaan yang melibatkan banyak orang. Dengan persiapan yang matang, potensi gangguan keamanan dapat ditekan seminimal mungkin.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Sinergi yang terbangun tidak hanya relevan dalam konteks pengamanan ibadah, tetapi juga dalam menjaga stabilitas keamanan secara umum.
Kapolsek Kebon Jeruk menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan situasi yang aman dan damai. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan assessment ini, kepolisian berharap pelaksanaan ibadah Paskah 2026 di wilayah Kebon Jeruk dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Umat Kristiani pun diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama, sekaligus memastikan bahwa setiap warga negara dapat menjalankan keyakinannya dengan aman dan nyaman.






