Sandiwartanews.com – Malang – Yayasan Merah Putih Revolusioner Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan Rapat Luar Biasa pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Joglo Dau, Jalan Raya Sumbersekar, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Forum nasional tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan, sekaligus menyusun arah kebijakan dan strategi pengembangan organisasi ke tingkat Jawa Timur maupun nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antar-pengurus serta memantapkan komitmen bersama menjelang penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru.
Rakernas dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat serta perwakilan pengurus dari berbagai daerah. Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Win, dilanjutkan Ketua Umum Yayasan Merah Putih Revolusioner Indonesia, Drs. H. Imam Zuhdi, M.Sc., dan Ketua Pembina, Andi Kuswandono, S.E., M.A.
Dalam sambutannya, Win menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, selama ini berbagai aktivitas yayasan telah berjalan, namun masih diperlukan evaluasi menyeluruh agar organisasi dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia menilai pertemuan seperti Rakernas menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan, menyusun langkah konkret, serta memperkuat koordinasi antar-pengurus dari berbagai wilayah. Win juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan dan berharap yayasan dapat terus melakukan perbaikan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Merah Putih Revolusioner Indonesia, Drs. H. Imam Zuhdi, M.Sc., menekankan pentingnya membangun organisasi yang mampu menjadi representasi keberagaman Indonesia. Menurutnya, yayasan harus menjadi wadah yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang pendidikan, profesi, pandangan politik, agama, maupun status sosial.
Ia menjelaskan bahwa semangat sosial dan ketulusan pengabdian menjadi fondasi utama organisasi. Melalui komitmen yang dijalankan secara konsisten, setiap anggota diharapkan mampu membentuk karakter yang kuat dan menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Yayasan ini dibangun atas dasar kepedulian sosial dan semangat kebersamaan. Apa yang kita tanam hari ini diharapkan dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” ungkap Imam Zuhdi.
Menjelang dimulainya rapat inti dan agenda penyerahan SK, Ketua Pembina Andi Kuswandono, S.E., M.A., menyampaikan bahwa perubahan struktur organisasi merupakan bagian dari proses penguatan kelembagaan yang tidak boleh menghilangkan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun sejak awal.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan persatuan, soliditas, dan kesamaan visi seluruh jajaran yayasan. Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus mempererat persaudaraan, meningkatkan kontribusi sosial, serta berperan aktif dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera.
Rakernas dan Rapat Luar Biasa ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi dalam memperluas kiprah pengabdian kepada masyarakat serta mempertegas posisi Yayasan Merah Putih Revolusioner Indonesia sebagai wadah sosial yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.











