Sandiwartanews.comJakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melanjutkan pelatihan pengoperasian mobil derek yang memasuki hari kedua di Taman Lalu Lintas Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini diikuti personel lalu lintas dari berbagai Polda di Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknis dalam mengoperasikan kendaraan derek berkapasitas kecil maupun besar. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung penanganan kendaraan bermasalah secara cepat, aman, dan profesional di lapangan.

Selama pelatihan, peserta menerima pembekalan teori sekaligus praktik mengenai teknik mengemudikan mobil derek, penggunaan peralatan pendukung, hingga prosedur evakuasi berbagai jenis kendaraan yang mengalami kendala di jalan raya.

Perwakilan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Aiptu Yuda, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru, terutama terkait penanganan kendaraan bertransmisi otomatis dan kendaraan listrik yang mengalami penguncian roda.

“Kami mempelajari mulai dari teknik mengemudikan mobil derek, penggunaan peralatan derek, hingga cara menangani kendaraan listrik maupun mobil matik yang mengalami roda terkunci,” ujar Aiptu Yuda.

Ia menilai materi yang diberikan sangat sesuai dengan tantangan tugas di lapangan. Menurutnya, petugas kerap menghadapi kendaraan listrik maupun kendaraan otomatis yang tidak dapat dipindahkan akibat sistem wheel lock, sehingga diperlukan teknik evakuasi yang benar agar kendaraan dapat dipindahkan tanpa menimbulkan kerusakan.

“Ilmu yang kami dapatkan akan menjadi bekal saat kembali bertugas di wilayah. Kami berharap personel semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika menangani kendaraan yang mengalami gangguan,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Aiptu Sudarmono dari Polres Karo, Polda Sumatera Utara. Ia mengungkapkan bahwa kemampuan mengoperasikan mobil derek sangat dibutuhkan di wilayahnya karena sering menangani kendaraan angkutan berat yang mengalami kerusakan di jalur wisata maupun jalan utama.

“Di daerah kami cukup banyak truk fuso dan colt diesel yang mengalami kerusakan, baik akibat patah as, gangguan sistem pengereman, maupun kerusakan mesin. Situasi tersebut kerap menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang, sehingga keberadaan operator derek yang terampil sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan setiap satuan wilayah dapat memperoleh dukungan mobil derek berkapasitas besar agar proses evakuasi kendaraan berat dapat dilakukan lebih cepat sehingga gangguan terhadap arus lalu lintas dapat diminimalkan.

Melalui pelatihan ini, Korlantas Polri terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang evakuasi kendaraan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui respons yang cepat, tepat, dan profesional dalam menangani berbagai kondisi darurat di jalan raya.