Sandiwartanews.comBANDUNG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026, Senin (20/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pembukaan pendidikan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 4.799 siswa, terdiri dari 4.090 peserta pria yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda, serta 709 peserta wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri.

Dalam upacara tersebut, Wakapolda Jabar membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. Ia menegaskan bahwa pendidikan selama lima bulan bukan sekadar proses perubahan status dari warga sipil menjadi anggota Polri, melainkan bagian dari pembentukan karakter, mental, dan sikap personel yang akan bertugas di garda terdepan pelayanan kepolisian.

Menurutnya, anggota yang bertugas di SPKT harus memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat yang datang ke SPKT sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Oleh karena itu, para Bintara ini harus terampil menerima pengaduan dengan cepat, berkomunikasi santun, serta memberikan pelayanan prima dan kepastian hukum,” ujar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi.

Selain menekankan kualitas pelayanan, Wakapolda Jabar juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pembinaan selama pendidikan di SPN. Ia meminta seluruh pengasuh dan tenaga pendidik menerapkan disiplin yang tegas, adil, dan konsisten tanpa mentoleransi segala bentuk perundungan maupun kekerasan terhadap peserta didik.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa lulusan Diktukba SPKT Tahun Anggaran 2026 dipersiapkan menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM), serta mampu menerapkan prinsip pelayanan publik yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pendidikan ini diharapkan mampu mencetak personel Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga mengedepankan etika pelayanan, empati, dan kepastian hukum kepada masyarakat sebagai wujud transformasi Polri yang Presisi.

Bandung, 20 Juli 2026

Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat.