Sandiwartanews.comTabanan — Dalam upaya memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana alam, jajaran Polres Tabanan menggelar simulasi dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan respons cepat personel, khususnya dalam menghadapi ancaman gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Simulasi tersebut menjadi bagian dari langkah sistematis kepolisian dalam membangun budaya tanggap bencana di lingkungan internal institusi. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memastikan setiap personel memiliki pemahaman yang jelas mengenai prosedur evakuasi dan penanganan awal saat terjadi kondisi darurat.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Surat Telegram Karoops Polda Bali Nomor STR/317/IV/HUK.7.1./2026 serta Surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor B.33.300.2.3/2736/PK/BPBD tertanggal 16 April 2026 terkait pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Kedua regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapan aparat di wilayah hukum Polres Tabanan.

Dalam pelaksanaannya, simulasi dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Made Tama, S.H., M.H., yang turut didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU). Kegiatan berlangsung dengan skenario yang dirancang menyerupai situasi nyata, sehingga mampu menguji kecepatan, ketepatan, dan koordinasi antarunit di lapangan.

Skenario dimulai dengan simulasi terjadinya gempa bumi yang menyebabkan sejumlah personel berada dalam kondisi darurat di ruang kerja. Dalam situasi tersebut, beberapa anggota digambarkan terjebak di bawah reruntuhan barang, sehingga membutuhkan tindakan penyelamatan segera. Tim yang bertugas kemudian melakukan evakuasi dengan prosedur yang telah ditentukan, termasuk penanganan awal korban oleh tim Dokkes.

Selain itu, Satuan Binmas turut berperan aktif dalam memberikan imbauan kepada seluruh anggota agar segera menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Proses evakuasi dilakukan secara tertib, dengan mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Full Image Simulasi Kesiapsiagaan Bencana 2026 Polres Tabanan Tingkatkan Respons Cepat Personel

Dalam arahannya, Kompol I Made Tama menekankan pentingnya keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti simulasi. Menurutnya, latihan semacam ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata untuk membangun kesiapan individu maupun institusi dalam menghadapi bencana.

“Seluruh personel harus memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi faktor utama dalam menyelamatkan korban serta meminimalisir risiko yang lebih besar,” ujarnya (26/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut mental dan disiplin dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, latihan yang dilakukan secara berkala dinilai penting untuk menjaga konsistensi kesiapan personel.

Seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., Kompol I Made Tama menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa simulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan respons cepat seluruh personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota semakin sigap, tanggap, dan terlatih dalam menghadapi situasi darurat, sehingga mampu meminimalisir risiko serta dampak bencana,” katanya.

Dari sisi evaluasi, kegiatan simulasi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin terjadi saat penanganan bencana secara nyata. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kecepatan komunikasi antarunit, efektivitas jalur evakuasi, serta kesiapan peralatan pendukung.

Kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi isu penting, terutama di wilayah yang memiliki potensi risiko gempa bumi. Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

Dalam konteks ini, peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat kebencanaan.

Simulasi yang digelar Polres Tabanan ini juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung program nasional pengurangan risiko bencana. Dengan kesiapan yang teruji, diharapkan setiap personel mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang memadai dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan adanya latihan yang berkesinambungan, diharapkan terbentuk budaya sadar bencana yang kuat, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah preventif seperti ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.

Secara keseluruhan, pelaksanaan simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 oleh Polres Tabanan berjalan sesuai rencana dan memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.